Edisi 19-05-2017
Baznas: Menteri Sebaiknya Bayar Zakat di Istana


JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menginstruksikan jajarannya menunaikan kewajiban membayar zakat di lingkungan Istana.

Pada Ramadan 1438 nanti, Baznas siap menghimpun zakat dari para pejabat negara itu untuk kemudian didistribusikan bagi para mustahik yang ada di Indonesia. ”Saya sudah mengirim surat kepada presiden agar para menteri, dirjen, dan eselon 1 lain sampai pada direksi BUMN nanti menunaikan zakatnya pada Ramadan di Istana,” ucap Ketua Baznas Bambang Sudibyo di kantornya, kemarin.

Guna memuluskan rencana ini, Baznas sendiri menurut Bambang sudah berkoordinasi langsung dengan sekretariat negara. ”Sudah kita lakukan rapat koordinasi dengan sekretariat negara,” tutur Bambang. Selain rencana itu, Baznas juga menurut Bambang tengah mewacanakan keikutsertaan para konglomerat di tanah air untuk menyisihkan sebagian kecil keuntungan bisnisnya untuk mendukung program Baznas.

Melalui program corporate social responsibility (CSR) yang dimiliki tiap perusahaan, diharapkan dana yang terhimpun bisa membantu umat. ”Cuma ini masih dalam proses semoga itu berhasil,” katanya. Bambang mengungkapkan, berdasarkan pengalaman di masa lalu antusiasme masyarakat membayar zakat di Ramadan sangat tinggi.

Bahkan hampir 30-40% dari total perolehan zakat Baznas diterima di Bulan Ramadan. ”Pada umumnya pengumpulan zakat Ramadan bisa mencapai 30-40% dari total penghimpunan selama satu tahun. Jadi betapa strategisnya Ramadan bagi organisasi pengelolaan zakat. Baik itu Baznas maupun LAZ (lembaga amil zakat),” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut Bambang, momentum datangnya Ramadan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, meskipun Baznas sendiri punya tanggung jawab untuk memastikan pendistribusian yang tepat dan transparan kepada para pemberizakat(muzakki). ”Sukses pendistribusian akan mengantarkan pada proses penghimpunan, pada umumnya seperti itu.

Muzakki akan percaya kepada lembaga amil zakat yang sukses menyalurkan zakatnya sesuai syariah,” tambah Bambang. Direktur Pendistribusian dan Penerimaan Baznas Nasir Tajang mengatakan, terkait program Ramadan 1438 H, pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp2,4 miliar dengan target penerima manfaatnya mencapai 23.150 orang.

Jumlah itu sejalan dengan target Baznas di 2017 yang berharap bisa menyalurkan zakat kepada 8 juta orang penerima manfaat. ”Atau 9% dari jumlah orang miskin yang ada di Indonesia,” ucap Nasir. Nasir menambahkan bahwa sesuai penerimaan zakat di Ramadan yang mencapai 30-40% (dari total penerimaan per tahun) maka penyalurannya juga akan sama. ”Jadi akan ada penerimaan dan penyaluran hingga 30% pada bulan puasa ini,” tambah dia.

dian ramdhani

Berita Lainnya...