Edisi 19-05-2017
Saksi Akui Dua Kali Bertemu Setya Novanto


JAKARTA - Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos mengaku pernah dua kali bertemu dengan Setya Novanto selaku ketua Fraksi Partai Golkar saat itu untuk membahas proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Fakta tersebut diungkap Paulus Tanos saat bersaksi di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kemarin. Kesaksian Paulus tersebut dilakukan melalui telekonferensi karena yang bersangkutan sedang berada di Singapura. Paulus bersaksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto atas perkara dugaan korupsi pengesahan anggaran dan pengadaan proyek e-KTP pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2011-2013.

Dalam kesaksiannya Paulus Tanos mengakui, PT Sandipala Arthaputra merupakan 1 dari 5 anggota konsorsium Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI) pemenang tender proyek e-KTP. Dia membenarkan, dalam kontrak konsorsium dengan Kemendagri, nilai per keping e-KTP sebesar Rp16.000.

Perusahaan Paulus bertugas mencetak e-KTP dan personalisasi. Tapi perusahaan Paulus membuat e-KTP seharga Rp19.000 per keping. Secara keseluruhan, perusahaannya mengerjakan 45 juta keping. “Kurang lebih Sandi palaterima pembayaran Rp750 miliar. Dari angka itu, kurang lebih dipotong manajemen bersama 3%. Jadi sisanya (untuk Sandipala) Rp726 miliar.

Dari angka itu, Rp150 miliar masih ditahan dengan alasan yang menurut saya dibuatbuat sehingga Sandipala (bersih menerima bayaran) hanya Rp670 miliar,” ungkap Paulus. Untuk mendapatkan item pengerjaan dalam proyek e-KTP, Paulus mengaku beberapa kali bertemu dengan pejabat-pejabat Kemendagri saat itu seperti Irman dan Sugiharto serta Diah Anggraini selaku sekretaris jenderal Kemendagri.

Majelis hakim yang dipimpin Jhon Halasan Butar-butar mempertanyakan selain bertemu pihak Kemendagri, apakah ada pihak lain yang ditemui Paulus. Paulus lantas mengaku pernah dua kali bertemu dengan Setya Novanto saat masih menjabat sebagai ketua Fraksi Partai Golkar. Pertemuan berlangsung saat perusahaan Paulus bergabung dengan konsorsium Perum PNRI yang ditunjuk sebagai pelaksana proyek e- KTP.

“Terkait e-KTP, saya bertemu dengan Bapak Setya Novanto. Pada saat itu beliau mungkin saya rasa ketua Fraksi Golkar di DPR,” ujar Paulus. Pertemuan dengan Novanto terjadi karena ada andil tersangka Direktur Utama PT Cahaya Wijaya Kusuma yang juga Direktur PT Murakabi Sejahtera Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Dia (Novanto) tanya sekarang bagaimana proyeknya? Saya jelaskan baru dimulai, baru dipasang. Sandipala baru cetak sedikit kartu karena data yang tersedia terbatas. Setelah itu tiba-tiba ada telepon masuk ke Novanto dan dia mohon diri ke dalam,” ungkap Paulus.

sabir laluhu


Berita Lainnya...