Edisi 19-05-2017
Cabuli Siswi SMP, Anak Punk Ditangkap Polisi


JAKARTA - Aparat kepolisian dari Polsek Tambora, Jakarta Barat, menangkap anak punk bernama Fadilah, 16, karena mencabuli seorang siswi SMP berinisial IPP,13, di kosannya yang berada di Jalan Angke Raya, kemarin.

Aksi cabul ini terungkap setelah polisi, ayah korban, bersama warga menggerebek kosan pelaku. Saat ditemukan, IPP dalam kondisi bugil dan tak sadarkan diri. “Kondisinya sangat miris. Korbannya tak dapat melawan karena terpengaruh obat penenang,” tutur Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Syafi’i.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni enam paket obat jenis tramadol dan eximer yang siap edar. Obat itu diduga kuat digunakan pelaku untuk mabuk bersama teman-temannya sesama anak punk . Dalam menjalankan aksinya, kata dia, pelaku memperdayai IPP melalui minuman gelas yang telah dicampur dengan obat-obatan tersebut.

Korban yang tidak sadar minumannya telah dicampur tramadol oleh pelaku, kemudian lemas tak berdaya. Keadaan itu kemudian dimanfaatkan pelaku dengan membawa korban ke kosannya. Korban kemudian dicabuli oleh pelaku berkali- kali. Ayah korban, Sa, 35, pun langsung melaporkan perbuatan tersebut ke polisi.

“Awalnya ayah korban mengaku anaknya hilang. Kami langsung mencari dan mendapati titik terang. Sebelum hilang, anak itu bertemu pelaku di kawasan Angke,” tuturnya. Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Antonius mengatakan, seusai mengungkap kasus tersebut, pihaknya bersama dengan Koramil dan petugas Kecamatan Tambora langsung menggelar razia narkoba dan obat-obatan berbahaya.

Hasilnya, 3.411 pil tramadol dan 1.950 eximer disita dari sejumlah warung obat di kawasan Tambora. Beberapa pemilik warung, kata Antonius, saat ini masih dimintai keterangan. Penyelidikan terkait peredaran barang dan penggunaan obat ini untuk tindak kriminalitas masih diselidiki. “Yang jelas obat semacam ini masuk kategori psi-kotropika.

Kami yakin penggunanya untuk tindak kejahatan,” tutur Antonius. Selain mengamankan sejumlah obat penenang, Kepolisian Sektor Tambora juga mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) berbagai merek yang memiliki kader alkohol di atas ketentuan. Terkait dengan kasus pencabulan yang dilakukan Fadilah, kata dia, polisi menjerat dengan pasal 82 ayat 1 jo 76e UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Fadilah terancam hukuman 15 tahun penjara. Tidak hanya itu, pihaknya juga berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis ekstasi di Lapas Cipinang, Jakarta Timur. Dari kasus itu, polisi mengamankan kurir narkoba bernama Firmansyah Fadillah, 28, yang kedapatan membawa 490 butir ekstasi logo Coco Chanel.

“Jadi Firman ini hanya kurir. Dia diperintahkan untuk mengambil dan mengantar barang yang dikendalikan oleh napi Cipinang. Firman ditangkap di minimarket di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, Kamis (11/5). Saat dibekuk, dirinya sempat berkelit sebelum akhirnya ekstasi ditemukan di dalam bungkus minuman kemasan teh,” ucapnya.

yan yusuf




Berita Lainnya...