Edisi 19-05-2017
Poros Mahasiswa-Cegah Kesenjangan, Stabilkan Bahan Pokok


Kebutuhan akan berbagai bahan pokok yang murah menjadi impian segenap masyarakat. Apa yang terjadi akhir-akhir ini, yaitu kenaikan harga sembako dan berbagai komoditas lain menandakan kurangnya pengawasan atas permainan harga bahan pokok yang telah menjadi konsumsi masyarakat Indonesia.

Kita patut bertanya tentang apa yang melanda ekonomi Indonesia, terkhusus harga-harga kebutuhan yang kian meroket. Meski pemerintah terus berupaya, spekulan tetap saja memberlakukan sistem tersendiri guna meraup keuntungan sebesar-besarnya. Kementrian Pertanian dan Kementrian Perdagangan selaku otoritas yang memiliki kewenangan dalam menyikapi dinamika kebutuhan bahan pokok yang kian mencekik masyarakat dituntut peranannya sebagai pemantau dan pengendali harga.

Kurangnya regulasi serta pengawasan yang ketat hanya akan menimbulkan kesenjangan ekonomi baik di pusat kota maupun di desa-desa. Pemerintah harus menindak tegas spekulan harga dan pelaku penimbunan barang kebutuhan bahan pokok. Upaya permainan harga jangan terus dibiarkan karena hanya akan membuat harga kebutuhan pokok tidak stabil.

Meneliti, mendata pasokan, produksi, hingga harga di pasar menjadi pekerjaan pihak- pihak terkait seperti Satgas Pangan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan pemerintah guna menjaga pasokan dan terjangkaunya harga kebutuhan sembako masyarakat. Berbagai kebutuhan pokok pun diimpor oleh pemerintah guna mengendalikan harga.

Sebab pemerintah mengantongi nama-namaimportirdanvolume impornya. Menciptakan tata niaga yang baik guna mengatur mekanisme jual beli serta pemberian izin impor bagi importir agar mengacu pada ketersediaan barang dan harga eceran tertinggi. Kalau tidak ada aturan tersebut, lonjakan harga akan menjadi permainan pada hari-hari tertentu. Kalau permainan harga terus dilakukan spekulan, masyarakat akan menjadi korban.

Berbagai komoditas pangan di berbagai daerah pun mengalami kenaikan sepertidagingayam, cabaimerah, hingga bawang putih. Kesenjangan harga jangan terus dibiarkan dan harus ada upaya pemerintah untuk melakukan perbaikan, seperti halnya pemerataan harga, menekan berbagai kecurangan pasar, sampai upaya pengendalian harga. Menggerakkan potensi-potensi hasil bumi daerah menjadi bukti sahih dalam upaya meningkatkan perekonomian.

Para pemangku kepentingan harus menjadi motor penggerak sebagai upaya menekan berbagai kondisi harga bahan pokok yang kian hari terus mengalami peningkatan. Kita harus terus meletakkan sistem ekonomi pasar yang sehat dalam upaya menurunkan kesenjangan yang masih melanda. Harga sembako yang murah menandakan pemerintah berhasil mewujudkan keinginan masyarakat.

Perbaikan dalam rantai distribusi hingga ke konsumen dapat memberikan harapan terhadap masyarakat agar perbaikan kesenjangan ekonomi dapat dimulai dari pengendalian harga yang murah. Dukungan segenap komponen bangsa dan negara untuk mencapai tatanan kehidupan masyarakat yang baik mutlak dibutuhkan.

Apa yang menjadi pekerjaan pemerintah akan terasa mudah jika masingmasing pihak terus memberikan dukungan agar tercapai apa yang kitatujusebagaiperbaikankesenjangan ekonomi masyarakat.

AJI SETIAWAN

Mahasiswa Jurusan Ilmu Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Jakarta

Berita Lainnya...