Edisi 19-05-2017
Alfamidi Targetkan Penambahan 250 Gerai Tahun Ini


TANGERANG - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) pada tahun ini berencana menambah 250 gerai Alfamidi. Dengan begitu, pada pengujung 2017 perseroan akan memiliki 1.472 gerai.

Direktur Keuangan Midi Utama Indonesia Suanto PO mengatakan, perseroan akan tetap agresif dalam meningkatkan jumlah gerai yang baru. Perusahaan berencana menambah 250 gerai Alfamidi dan lima gerai Alfamidi Super. Sementara untuk Lawson akan difokuskan pada peningkatan kinerja gerai yang sudah ada.

”Hingga Maret 2017, kami telah berhasil menambah 67 gerai Alfamidi dan dua gerai Alfamidi Super,” kata Suanto dalam paparan public perseroan di Tangerang, Banten, kemarin. Dengan penambahan tersebut, hingga saat ini secara keseluruhan jumlah gerai milik perseroan mencapai 1.334 gerai, yang terdiri atas 1.289 gerai Alfamidi, 35 gerai Lawson, dan 10 gerai Alfamidi Super.

Jumlah gerai pada 2016 mengalami peningkatan sebesar 16% atau 202 gerai dibandingkan tahun sebelumnya. ”Selain penambahan jumlah gerai, pada 2016 kami juga menambah gudang baru yang berlokasi di Manado sehingga saat ini terdapat delapan gudang untuk pendistribusian barang,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, MIDI mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/ capex ) sebesar Rp800 miliar pada tahun ini. Sebagian besar atau 80% akan digunakan untuk penambahan gerai baru dan sisanya 20% digunakan untuk perpanjangan sewa ataupun renovasi gerai yang ada. ”Sumber pendanaan capex itu terbagi dua, 50% berasal dari pinjaman sejumlah bank dan sisanya 50% berasal dari kas internal perusahaan,” ungkapnya.

Sementara itu, perseroan pada tahun ini membagikan dividen tunai sebesar Rp59,08 miliar atau setara Rp20,5 per saham. Menurut Suanto, pemberian dividen tunai tersebut telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan. Dividen yang dibagikan sebesar 30% dari laba bersih 2016 yang mencapai Rp196,04 miliar.

Untuk catatan, hingga akhir tahun lalu MIDI membukukan pendapatan neto Rp8,49 triliun atau tumbuh 18,42% dari Rp7,17 triliun pada 2015. ”Dividen tersebut rencananya akan dibagikan pada Juni 2017 kepada para pemegang saham,” tutup dia.

Hingga kuartal I/2017 perseroan mencatat pendapatan bersih Rp2,14 triliun atau tumbuh 15,77% dibandingkan tahun 2016 yang sebesar Rp1,85 triliun. Laba komprehensif sebesar Rp18,36 miliar atau naik 37,99% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp13,31 miliar.

heru febrianto