Edisi 19-05-2017
Indonesia-Lithuania Teken Kerja Sama


JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyepakati kerja sama bidang energi baru terbarukan dengan Lithuania.

Komitmen kerja sama ini dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding /MoU) antara Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Energi Lithuania Zygimantas Vaiciunas yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Lithuania Dalia Grybauskaite di Istana Negara Jakarta, Rabu (17/5).

”Penandatanganan MoU yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Dalia Grybauskaitr sebagai milestone penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara di sektor energi,” ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam keterangan resminya di Jakarta kemarin. Menurut dia, dengan penandatanganan kerja sama ini diharapkan investasi langsung dari Lithuania di sektor energi baru terbarukan bisa ditingkatkan.

Kerja sama ini ditargetkan mampu mendorong kerja sama bisnis kedua negara dalam bentuk proyek bersama, dialog kebijakan energi, alih teknologi, penelitian dan pengembangan, hingga pembangunan kapasitas. ”Salah satunya kerja sama ini fokus pada pengembangan biomassa. Saya secara pribadi kagum atas keberhasilan Lithuania dalam mengelola biomassa sehingga menjadi pangsa pasar yang kompetitif. I

ndonesia harus belajar dari mereka,” ungkap dia. Dia menyebut, Lithuania memiliki sistem Biomass Exchange, di mana pasar biomassa menjadi transparan, efisien, mendorong kompetisi, dan mengeliminasi perbedaan- perbedaan harga biomassa. Harga rata-rata biomassa di Lithuania pada Agustus 2012 sebesar 193 euro per ton, sedangkan pada Agustus 2016 turun 40% menjadi 113 euro per ton.

Penurunan harga bio massa tersebut berdampak terhadap harga biaya penggunaan pemanas yang turun sebesar 28%. Saat ini Lithuania memiliki teknologi biomassa yang telah dikembangkan oleh 20 perusahaan yang beroperasi di bidang industri bahan bakar nabati (desain, manufaktur, dan ekspor barang jadi).

Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025. ”Saya yakin kolaborasi ini akan menginspirasi lebih banyak kegiatan inovatif di masa depan dan mendorong inovasi dan pengembangan teknologi kedua pihak,” tandasnya.

nanangwijayanto