Edisi 19-05-2017
Perusahaan Jepang Jadi Pusat Logistik Berikat


JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memberikan izin pusat logistik berikat (PLB) kepada PT Nittsu Lemo Indonesia Logistik, anak perusahaan Nippon Express asal Jepang.

Pejabat Promosi Investasi dari Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Tokyo, Jepang, Saribua Siahaan mengatakan, izin tersebut merupakan hasil dari koordinasi antara DJBC, Kementerian Keuangan, IIPC, dan Atas Keuangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.

”Anak perusahaan Nippon Express aktif difasilitasi oleh Bea Cukai di Indonesia serta IIPC Tokyo dan Atase Keuangan KBRI Tokyo di Jepang sejak akhir tahun lalu hingga April 2017 melalui forum business meeting,” ujar Saribua melalui keterangan tertulis kemarin. Saribua menambahkan, saat ini IIPC Tokyo juga sedang dalam upaya memfasilitasi dua perusahaan logistik lain dari Jepang untuk mendapatkan izin PLB.

PLB merupakan salah satu terobosan kebijakan pemerintah bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi II yang bertujuan menekan biaya logistik dan mendorong efisiensi kinerja perdagangan nasional. Sementara Kepala BKPM Thomas Lembong merespons positif diperolehnya berbagai izin pusat logistik berikat oleh investor Jepang tersebut.

”PLB itu selain mempercepat urusan investor dalam mengatur keluar masuk barangnya juga akan memberikan bukti terhadap berbagai terobosan kebijakan oleh pemerintah,” kata dia. Jepangmerupakansalahsatu kontributor utama dari capaian realisasi investasi Indonesia.

Dari data BKPM, pada kuartal I/2017 Jepang menduduki peringkat kedua dengan nilai investasi mencapai USD1,4miliar atau setara dengan 19,2% dari total investasi yang masuk ke Indonesia. Posisi Jepang di bawah Singapura yang investasinya mencapai USD2,1 miliar (28,2%).

rahmat fiansyah