Edisi 19-05-2017
Fokus Ke Swedia


SOUTHAMPTON– Jose Mourinho membawa Manchester United (MU) meraih hasil imbang saat menghadapi Southampton di St Mary’s dini hari kemarin. Hasil itu menjadikan MU sebagai tim terbanyak pengoleksi hasil imbang.

Hasil imbang tanpa gol itu membuat MU telah mengoleksi 15 hasil seri dalam 37 pertandingan Liga Primer musim ini. Setan Merah, julukan MU, unggul atas Middlesbrough dengan 13 hasil imbang. Mou, sapaan Mourinho, lantas dikritik atas capaian tersebut. Pelatih asal Portugal itu dinilai tak cukup baik ketimbang pendahulunya, seperti David Moyes dan Louis van Gaal, khususnya dalam persentase kemenangan.

Mou sejauh ini baru mengoleksi 17 kemenangan, tertinggal dua kemenangan dari pendahulunya tersebut. Pelatih asal Portugal itu bahkan tak mungkin menyamai pendahulunya itu meski bisa mengalahkan Crystal Palace pada laga terakhir Liga Primer, Minggu (21/5). Akan tetapi, Mou tak mempermasalahkan itu.

Pelatih berusia 54 tahun ini lebih senang membahas kerugian yang dialami timnya jelang tampil pada final Liga Europa kontra Ajax Amsterdam, Kamis (25/5). Kerugian yang dimaksud Mou adalah mepetnya waktu antara bermain pada laga terakhir Liga Primer kontra Palace dengan Ajax yang dilangsungkan di Friends Arena, Swedia. Dia mengeluh karena timnya hanya memiliki waktu sekitar tiga hari memulihkan diri sebelum menghadapi Ajax.

Padahal, MU memiliki misi memenangi laga itu untuk mendapatkan tiket otomatis ke Liga Champions musim depan. Keinginan itu ingin digapai Setan Merahlantaran posisi mereka tak memungkinkan lolos ke Liga Champions. MU bercokol di peringkat 6 dengan 66 poin. Karena itu, Mou begitu berang menanggapi jadwal yang diberikan FA.

”Semua kompetisi sepak bola di dunia ini memiliki toleransi ketika timnya berlaga di ajang prestisius. Saya pikir tak masalah kami bermain pada Sabtu (20/5), apalagi posisi Palace sudah aman,” ujar Mou, dilansir Daily Mail. ”Saya jelas frustrasi melihat jadwal ini karena alasan FA ingin fairmenggelar seluruh pertandingan dalam satu hari.”

Mou hanya memiliki skenario lain menyikapi masalah tersebut. Mantan pelatih Real Madrid itu memiliki rencana akan menurunkan pemain muda yang jarang diturunkan, seperti Joel Pereira, Demitri Mithcell, Matty Willock, Josh Harrop, Zak Dearnley. Mereka kemungkinan besar menjalani debutnya pada Liga Primer akhir pekan ini.

Rencana itu menjadi alternatif Mou karena dia tak ingin berjudi meraih kemenangan atas Palace, tapi hancur ketika bersua Ajax. Strategi itu membuat Mou akan menyimpan pemain utamanya dengan alasan kebugaran. ”Kami tidak memiliki pilihan selain menurunkan skuad muda menghadapi Palace karena final Liga Europa menjadi prioritas kami,” paparnya.

”Saya percaya dengan mereka (skuad muda). Mereka akan menjalani momen besar menghadapi Palace.” Wayne Rooney sependapat dengan pelatihnya itu. Striker MU asal Inggris ini menilai timnya tak mungkin mempersiapkan diri menghadapi final dalam waktu tiga hari. Kondisi itu tentu saja merugikan, apalagi Ajax sudah lebih dulu menyelesaikan kompetisi mereka (Eredivisie).

”Terlalu berisiko ketika kami tetap menurunkan tim inti. Kami membutuhkan waktu persiapan lebih serius karena jalan ini (Liga Europa) menjadi satu-satunya harapan kami bermain di Liga Champions musim depan,” tandas Rooney, dilansir Guardian.

edi yuli