Edisi 19-05-2017
Pensiun Setelah Antarkan Feyenoord Raih Gelar Eredivisie


Karakter pekerja keras pantang menyerah yang kerap dipertontonkan Dirk Kuyt akan selalu dikenang fans Liverpool, Feyenoord dan timnas Belanda. Kuyt memilih pensiun dari dunia sepak bola, Rabu (17/5).

Keputusan tersebut diambil Kuyt hanya berselang tiga hari pascamengantarkan Feyenoord juara Eredivisie musim 2016/2017 dengan mengalahkan Heracles Almelo, Minggu (14/5). Lebih istimewanya, Kuyt menjadi penentu kemenangan timnya lewat torehaan tiga gol. Kuyt yang berusia 35 tahun itu mengatakan sangat senang dapat mengakhiri karier di Feyenoord.

Sejak bergabung kembali pada musim 2015/2016, dia memang sangat berambisi membawa timnya menjadi juara. ”Semua mimpi saya telah menjadi kenyataan. Ketika saya kembali ke Feyenoord, dua musim lalu, saya menganggap tim ini memiliki potensi besar menjuarai Eredivisie. Tapi, saat itu orang-orang justru menertawai saya,” ujar Kuat, dilansir BBC.

Kontribusi besar Kuyt terhadap tim juga diapresiasi Direktur Teknik Feyenoord Martin van Geel. Menurut dia, timnya akan sangat kehilangan pemain penting yang selalu menjadi anutan di ruang ganti, terutama pemain-pemain muda. Namun, Van Geel juga senang karena Kuyt tidak akan pergi jauhjauh dari tim lantaran akan bergabung dengan manajemen teknik klub.

”Kami sangat berterima kasih atas semua yang telah diberikan Kuyt kepada klub dalam dua musim terakhir. Sikap, profesionalisme, dan gairah telah memberikan dampak positif bagi ruang ganti dan performa tim di lapangan,” ujarnya. Kredit yang diberikan Van Geel terhadap Kuyt tidak berlebihan. Mengawali debut Eredivisie dengan mempersembahkan gelar KNVB Cup bagi FC Utrecht (1998–2003), nama Kuyt mulai dikenal saat bergabung dengan Feyenoord (2003–2006).

Meski belum menyumbangkan gelar, Kuyt sukses meraih beberapa gelar individu seperti pemain terbaik Belanda (2003,2006) dan top skor Eredivisie (2005). Penampilan impresif membuat raksasa Liga Primer Liverpool kepincut dan Kuyt menetap di Anfield Stadium periode 2006–2012. Selama enam musim Kuyt menghantarkan The Redsmenjuarai Piala Liga (2011/2012) dan lolos ke final Liga Champions (2006/2007).

Setelah Liga Primer suami dari Gertrude tersebut menjajal Liga Turki dengan bergabung ke Fenerbache (2012/2015). Kuyt sukses mempersembahkan tiga gelar, yakni Super Liga (2013/2014), Turkish Cup (2012/2013), dan Turkish Super Cup (2014).

Total, sepanjang karier di level klub, dia telah bermain di 798 pertandingan dan mencetak 295 gol. Mentalitas dan pengalamannya kian sempurna dengan memperkuat tim nasional Belanda. Capaian terbaiknya adalah membawa De Oranje menjadi runner-upPiala Dunia 2010 dan peringkat ketiga (2014). Total, dari 104 penampilan, Kuyt mengemas 24 gol.

ALIMANSYAH

Jakarta