Edisi 19-05-2017
Buah Kiwi Rasa Pedas


KALAU selama ini jenis kiwi yang Anda tahu hanya green, gold , dan sungold , mungkin Anda akan terkejut mendengar varietas kiwi sebenarnya tak kurang dari 1.200.

“Memang yang dikomersialkan hanya beberapa saja. Butuh waktu 10 tahun untuk menemukan varietas baru dengan kawin silang, mengujinya untuk dipasarkan, penanaman di perkebunan kiwi Zespri di luar negeri, sampai dikomersialkan. Proses ini pun tanpa modifikasi genetik (GMO),” beber Dr Stuart dari Plant & Food Research di Kota Te Puke, 28 kilometer dari Tauranga. Kota ini terletak di Bay of Plenty dan terkenal dengan perkebunan kiwinya.

Tidak seperti di Tauranga, suhu di Te Puke lebih dingin, mengingat letaknya yang agak ke selatan pulau utara Selandia Baru. Sedikit info, agrikultur adalah roda perekonomian kota ini. Udara yang cukup hangat, lembap, didukung tanah yang subur menjadi lahan yang produktif bukan hanya untuk buah kiwi, tapi juga alpukat dan jeruk.

Bahkan kota ini menamakan dirinya “ibu kota kiwi dunia”, di samping juga mengembangkan peternakan. Salah satu varietas kiwi yang sedang diuji adalah kiwiberry yang baru dipasarkan ke beberapa negara. Kawin silang ini menghasilkan varian kiwi yang unik dengan beragam bentuk dan warna. Dr Stuart menunjukkan kiwi dari rasa yang aneh sampai rasa kopi.

“Ada yang rasa pedas juga,” ujarnya. Masa? Penasaran kami mencoba. Buahnya kecil dari ukuran kiwi biasa, begitu dicoba ada rasa menggigit/getir di lidah yang mengingatkan pada andaliman, rempah khas Medan. Luar biasa! Sungguh suatu inovasi dari riset yang mendalam.

Kesungguhan bangsa Selandia Baru menangani buah ini hendaknya ditiru oleh masyarakat Indonesia dalam mengembangkan buah lokal yang sebetulnya tidak kalah bermanfaat dari buah kiwi.

sri noviarni