Edisi 19-05-2017
Kenali Gejala Penyakit Arteri Perifer


PENYAKIT arteri perifer adalah sebuah kondisi penyempitan pembuluh darah arteri yang menyebabkan aliran darah ke kaki tersumbat. Penyempitan ini disebabkan timbunan lemak pada dinding arteri yang berasal dari kolesterol atau zat buangan lain (artheroma ).

Dalam kondisi ini, kaki tidak menerima aliran darah yang memadai sehingga kaki terasa sakit, terutama saat berjalan (klaudikasio ). Penyakit ini bisa terjadi pada kedua kaki secara bersamaan, meski biasanya nyeri terasa lebih parah pada satu kaki. Rasa nyeri tersebut bisa bervariasi, dari ringan hingga parah, dan umumnya hilang setelah kaki diistirahatkan selama beberapa menit.

“Penyakit arteri perifer menyerang pembuluh darah dari seluruh tubuh, kecuali dari jantung, baik dari aorta, pembuluh ke otak, ke kaki, maupun lainnya. Itu kadang gejalanya nyeri dengan hilang timbul yang semakin lama semakin berat.

Kadang orang tidak perhatian dan menyangkanya hanya sakit pegal-pegal biasa dan jarang berobat sehingga akan menimbulkan efek yang cukup serius jika tidak tertangani dan dideteksi secara dini,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Evasari Awal Bros Jakarta dr Heru Dento SpPD. Dia menyebutkan, penyakit arteri ini lebih disebabkan beberapa faktor yang berhubungan dengan gaya hidup, seperti merokok, hipertensi, kolesterol, dan gula.

“Faktor-faktor seperti itu harus dikontrol, kalau tidak bisa berbahaya karena penyakit arteri ini risikonya empat kali untuk terkena serangan jantung atau stroke, jadi harus dideteksi seawal mungkin,” ungkap dr Heru. Menurutnya, penyakit ini biasanya menyerang pada usia di atas 50 tahun, tetapi tergantung kondisi darah tinggi dan kadar lemak seseorang. Semakin berat timbunan lemak, semakin cepat terkena penyakit ini.

Adapun laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki risiko terkena penyakit arteri ini. “Penderita penyakit ini di Indonesia bisa dibilang cukup banyak, entah karena pasiennya yang tidak mau berobat atau tenaga kesehatannya kurang memiliki perhatian terhadap penyakit ini dan mengira hanya penyakit asam urat, padahal pasien memiliki gangguan pada pembuluh darahnya,” tutur dr Heru.

Dia menyarankan, jika memiliki keluhan seperti kaki sering sakit yang semakin lama semakin berat, segera pergi ke dokter. “Hipertensi membuat pembuluh darah bekerja semakin keras, lama-lama menjadi batu. Kolesterol membuat pembuluh darah berkerak. Merokok juga merusak pembuluh darah.

Penyakit ini memiliki hubungan dengan obesitas karena obesitas membuat jantung dan pembuluh itu bekerja semakin berat,” papar dr Heru. Diagnosis penyakit arteri perifer dapat diketahui melalui rangkaian pemeriksaan dan tes. Pemeriksaan yang pertama dilakukan adalah pemeriksaan fisik secara keseluruhan, termasuk pemeriksaan nadi dan tekanan darah.

Selain pemeriksaan fisik, ada beberapa tes yang dilakukan. Tes pertama adalah perbandingan tekanan darah pada pergelangan kaki dengan tekanan darah pada lengan (ankle-brachial index). Ukuran kedua tekanan darah tersebut seharusnya sama. Jika tekanan darah pada pergelangan kaki jauh lebih rendah, pasien diduga menderita penyakit arteri perifer.

iman firmansyah