Edisi 19-05-2017
Menu Sehat Untuk Berbuka Puasa


BULAN suci Ramadan tinggal menghitung hari. Biasanya para ibu di rumah sudah mulai menyiapkan logistik makanan menjelang ibadah puasa datang agar praktis bisa langsung diolah.

Menu bola-bola ayam sayur yang didemokan Rita Ramayulis DCN, MKes, seorang nutrisionis sebagai menu sehat untuk sahur berikut bisa jadi salah satu ide memasak. Bahan dan teknik memasaknya mudah didapat dan cukup praktis.

“Menu juga sehat karena tanpa menggunakan minyak dan seimbang antara komposisi sayur dan proteinnya dari ayam,” ungkap Rita saat acara Ramadhan Sehat dan Praktis bersama Philips di Jakarta belum lama ini. Diperlukan 150 gram dada ayam cincang tanpa kulit, 1 buah wortel rebus yang dipotong dadu, 100 gram tepung terigu, 1 butir ayam, 150 gram tepung roti, irisan bawang bombai secukupnya, serta sedikit merica dan garam.

Dalam wadah besar, taruh cincangan daging ayam, wortel, daun bawang, bumbu merica bubuk, dan sedikit garam lalu uleni adonan dan bentuk menjadi bola-bola. Masukan bola-bola ayam ke dalam tepung terigu kering. Lalu lumuri bolabola dengan telur yang telah dikocok. Selanjutnya balut bola-bola ayam dengan tepung roti.

Di acara demo masak tersebut, bola-bola ayam tadi kemudian digoreng menggunakan Philips airfrayer sebagai cara menggoreng tanpa menggunakan minyak. Lalu masak selama 15 menit dengan suhu 200 derajat Celsius dengan pembalikan bola-bola ayam saat memasak agar lebih rata matangnya.

Bola-bola ayam pun siap disajikan dengan hasil renyah di luar dan matang di dalam tapi tak berminyak. Menurut Rita, tanda keberhasilan puasa adalah bila pada orang gemuk tubuhnya menjadi lebih ideal, begitu pula dengan orang yang kurus akan kembali pada berat proporsional.

Sebabnya diperlukan pengaturan pola makan saat bulan puasa yang seimbang sesuai waktu makan yang semakin sempit. Di antara kesalahan saat berpuasa adalah buka dan sahur dengan menu yang kurang seimbang. Prinsip seimbang ini terdiri atas 50% karbohidrat, 25% lemak, dan 15% protein dari total kebutuhan energi.

Rita pun menyarankan agar saat berbuka terlebih dahulu menyantap buah karena pada buah terdapat kandungan cairan yang mirip cairan tubuh. “Saat puasa cairan tubuh kita banyak hilang, makanya lekas diganti dan yang komposisinya mirip cairan tubuh terdapat pada buah,” tutur Rita.

Setelah berbuka dengan buah, seusai menunaikan salat, dilanjutkan dengan menu makan malam yang harus seimbang antara sayur, karbohidrat, dan proteinnya. Untuk sahur pilihannya bisa menyantap makanan yang berkuah, tapi dilengkapi buah juga sebagai serat dan asupan vitamin.

dyah ayu pamela