Edisi 19-05-2017
Iwan Tirta Private Collection Rilis Koleksi Kebaya Terbaru


DI samping warna dan coraknya, keindahan batik juga terpancar lewat makna pesan rahasia yang tersimpan di balik motifnya.

Untuk melestarikan kain khas Indonesia ini, Garnd Melia Jakarta berkolaborasi dengan Iwan Trita Private Collection mempersembahkan pergelaran A Tribute to Iwan Tirta . Creative Director Iwan Tirta Private Collection Era Soekamto mengatakan, ada sekitar 18 koleksi berupa set kebaya dan kain batik yang dipadankan dengan aksesori masterpiece karya kolaborasi Iwan Tirta Private Collection bersama aksesori Rinaldy Yunardi yang juga ditampilkan di panggung runway di Gran Melia.

“Ada sekitar 30 set aksesori. Sebenarnya kami sudah lama bekerja sama dengan Rinaldy pada setiap pergelaran kami. Namun, baru kali ini kami duduk bersama untuk menyusun desainnya. Aksesori ini menjadi pelengkap koleksi couture kami berupa kebaya panjang,” beber Era. Selain itu, koleksi spring/summer 2017 turut ditampilkan dalam pergelaran ini.

“Kerja sama dengan merek internasional menunjukkan pentingnya pengaruh seni batik di masyarakat global. Apresiasi dunia merupakan asupan oksigen baru agar warisan seni budaya batik Indonesia dapat terus berkembang dan tidak pudar dimakan waktu,” ujarnya. Era memaparkan, kerja sama dengan merek internasional menunjukkan pentingnya pengaruh seni batik di masyarakat global.

Apresiasi dunia merupakan asupan oksigen baru agar warisan seni budaya batik Indonesia dapat terus berkembang dan tidak pudar tergerus waktu. “Di sini kami punya 13.000 motif, banyak sekali roots dan sejarah yang Iwan Tirta catat dari motif-motifnya, tidak hanya di kerajaan Jawa, Sumatera, tapi juga ada similasi Eropa dan China.

Iwan tidak hanya melihat batik lokal, tapi juga internasional. Baginya, batik tidak hanya kain bergambar, tapi juga kronogram atau visual komunikasi yang selalu ada pada setiap motifnya,” ungkap Era. ‎ Wike Trisnandhini, Assistant Director of Marketing & Communication Gran Melia Jakarta, mengatakan, pihaknya merasa sangat senang bisa terlihat dalam upaya pelestarian budaya dan penghargaan bagi maestro batik Tanah Air. ‎Menurutnya, batik saat ini tidak hanya menjadi identitas lokal Indonesia, tetapi juga kebanggaan bagi siapa pun yang mengenakannya tanpa harus melihat kewarganegaraannya. “Kami ingin menonjolkan akar pelayanan dari culture .

Kami juga menghargai budaya lokal, dalam hal ini budaya Indonesia, sehingga ada banyak persamaan dengan Iwan Tirta. Karyakaryanya yang klasik sudah sangat terkenal dan tidak lepas dari culture yang ingin kami angkat,” tutur Wike. Senada dengan Wike, Era menambahkan, ada persamaan pihaknya dengan Gran Melia untuk membawa produk Indonesia dikomunikasikan luas lagi, memberi informasi bagi orang-orang yang mau belajar.

“Batik inspirasi untuk membawa damai. Iwan Tirta Private Collection very open , sekarang ingin bekerja sama membuat edukasi bersamasama dahulu,” ujar dia. Sekedar diketahui, Iwan Tirta Private Collection didirikan mendiang Irwan Tirta, di mana awalnya bertujuan melestarikan koleksi batik, keramik, dan seni Indonesia koleksi pribadi.

Kini brand tersebut menjadi salah satu acuan batik modern inovatif dengan lebih dari 10.000 karya desain Irwan Tirta. Mendiang Iwan Tirta yang wafat pada 30 Juli 2010 merupakan penggagas pengembangan batik sebagai fashion couture sekitar 30 tahun lalu.

aprilia s andyna