Edisi 19-05-2017
Memilih Bersikap Tegas, Bukan Efek Jera


MEDAN – Dua bandar narkoba berinisial MR, 22, dan M, 22, warga Kabupaten Pidie, Aceh Jaya, yang tewas ditembak pada Selasa (16/5) malam, menunjukkan tindakan tegas polisi, bukan sekadar efek jera bagi para pengedar.

Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menembak keduanya dan berhasil menyita sabu-sabu seberat 2 kilogram (kg) dan sebuah senjata api rakitan jenis Revolver sebagai barang bukti. Namun, sebelum dua tersangka ini tewas ditembak saat berusaha melarikan diri, ternyata keduanya sudah lima kali mengedarkan sabusabu seberat 8 kg di Medan. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di dampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dalam keterangan persnya Kamis (18/5) sore di Rumah Sakit Bhayangkara mengatakan, keduanya terpaksa ditembak karena berusaha menyerang dan membahayakan polisi saat pengungkapan kasus di lapangan.

Dia menilai tindakan yang diambil anak buahnya itu bukan ingin menimbulkan efek jera, melainkan sikap tegas dan keseriusan kepolisian dalam pemberantasan narkoba. Selain itu, tidak semua penjahat narkoba ditembak mati. “Siapa pun pelaku tindak pidana yang membahayakan anggota di lapangan pasti ditindak tegas. Dalam hal narkoba, tindakan tegas kami lakukan adalah bentuk keseriusan untuk mengungkap peredaran narkoba. Bukan juga untuk efek jera,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, MR dan M tewas ditembak di kawasan Kompleks Torganda, Jalan Bunga Raya, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Sunggal, karena sempat mengambil pistol rakitan yang ada di dalam tas ransel mereka. “Petugas yang melakukan penangkapan membawa kedua tersangka ke sebuah rumah yang katanya dijadikan gudang. Saat berada di gudang itu, ditemukan satu tas ransel. Ketika diminta mengambil tas, ternyata kedua pelaku ini mengambil senjata api rakitan yang ada di dalam tas untuk menyerang petugas,” kata Rycko. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho menambahkan, dari hasil interogasi tersangka sebelum ditembak mati, sempat mengedarkan sabu-sabu di Medan dan sekitarnya sebanyak 8 kg.

“Jadi sebelum kedua tersangka ditembak, mereka mengaku sudah lima kali mengedarkan sabu-sabu dan yang sudah tersebar sebanyak 8 kilogram. Saat anggota mendatangi gudang di perumahan Torganda Jalan Bunga Raya tidak ada lagi ditemukan barang bukti sabu-sabu. Hanya 2 kilogram sabu-sabu dan 1 senpi rakitan ditemukan,” ujarnya.

Dody ferdiansyah

Berita Lainnya...