Edisi 19-05-2017
Suporter PSIM Tewas Jatuh dari Tribun Stadion


BANTUL –PSIM Yogyakarta harus puas berbagi angka dengan Persebaya Surabaya pada pertandingan lanjutan Liga 2 2017 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, kemarin.

Sayangnya, satu suporter setia PSIM meninggal dunia karena terjatuh dari tribun selatan stadion. Skor imbang 1-1 menjadi yang pertama bagi PSIM sa at melakoni laga kandang. Sebelumnya Laskar Ma taram ‘julukan PSIM’ selalu memulangkan lawan-lawannya dengan kepala tertunduk, yaitu menang atas Martapura (3-2) dan Persinga Ngawi (2-0). Bajul Ijo, sebutkan Persebaya Surabaya, mencetak gol terlebih dulu walaupun tim tuan rumah lebih mendominasi pertandingan di menit 27 melalui kaki Rishadi Fauzi. Tak lama kemudian, Achmad Taufiq dkk berhasil me nyamakan skor di menit 53 melalui sontekan Engkus Kuswaha.

PSIM seharusnya bisa unggul jika bola yang peluang emas Hendika Arga Permana pada babak pertama ber - buah gol. Begitu pula dengan peluang yang diciptakan oleh sejumlah pemain pilar, seperti Rangga Muslim, Dicky Prayoga Fahmmi, maupun Andi Dwi Kurniawan di sepanjang pertandingan. Namun, semuanya gagal di - konversi menjadi gol. “Hasil kurang memuaskan untuk kami. Secara pribadi mohon maaf untuk penggemar PSIM. Ini sudah yang ter baik, anak-anak sudah berjuang luar biasa dan men - do minasi pertandingan. Cuma tadi kurang konsentrasi di lini pertahanan,” ujar Pelatih Kepala PSIM Yog ya kar - ta Erwan Hendarwanto seusai pertandingan kemarin.

Pelatih asal Magelang ini mengaku tidak ingin timnya bermain frontal, tapi malah sulit mengantisipasi se - rangan balik lawan. Sebab gol tim lawan yang tercipta tak lepas dari kelengahan skuad dalam mengantisipasi se - rangan balik. Di sisi lain, dirinya juga turut menyayangkan performa sejumlah pemain yang terlalu fokus pada penampilan individualnya daripada tim sehingga peluang gol ba nyak yang terbuang. “Dalam pertandingan ini transisi se - rangan ke pertahanan menjadi poin penting dan juga finishing. Dalam sepak bola anak-anak seharusnya bisa ber - main efektif dan efisien, nggak usah aneh-aneh. Yang penting passing dan kontrol (bola), kecuali kalau me mang dari atraksi (individu) itu jadi gol,” katanya me nganalisa.

Pelatih Persebaya Surabaya, Ahmad Rosidin, mengaku puas dengan perolehan hasil imbang tersebut. Meski memilih ber - main bertahan, Rendi Irwan Sa putra cs setidaknya mampu men cetak satu gol. Dalam laga ini, tim Bajul Ijo mengakui permainan tuan rumah yang lebih agresif dan banyak melakukan serangan dibandingkan Persebaya. “Hasil ini tidak terlepas dari kerja keras pemain Persebaya. Alhamdulillah, apa yang diim pi - kan (tercapai) walau bukan di kan dang sendiri. Karena kerja keras dan semangat itu berhasil bawa satu poin ke Surabaya,” kata Ahmad.

Dia pun mengamini pema - innya tidak bermain ngotot dan mengulur-ulur waktu selama pertandingan. Ini menurutnya tak lepas dari strategi yang di - terapkan. Namun. Ah mad me - ne gaskan, tim pelatih tidak per nah menginstruksikan untuk melakukan hal yang terakhir, yakni mengulur waktu. Pada laga kali ini Persebaya sa ngat menyayangkan ketika sa lah satu pemainnya, yakni Thau fan Hidayat mengalami cedera di slokasi engkel kaki kanan se usai berbenturan dengan pemain PSIM di babak ke - dua. Pe main bernomor punggung 17 ini langsung dilarikan ke ru mah sakit setempat.

“Pemain sudah cerdas dan tanggap. Terbukti bisa mengganggu konsentrasi pemain PSIM. Selanjutnya kami masih akan melakoni satu laga lagi melawan PSBI Blitar (yang tertunda), tapi belum jelas waktu - nya,” katanya. Dengan raihan 7 poin, PSIM kini berada di peringat tiga Grup 5 Liga 2 2017. Sedangkan di peringkat dua ada Mar ta pu ra FC dengan 7 poin pula dan Ma diun Putra FC di peringkat satu dengan 8 poin. Untuk Per sebaya sendiri berada di pe ringkat empat dengan lima poin.

Abaikan Peringatan Panpel

Laga imbang ini juga diwarnai berita duka dari suporter PSIM Yogyakarta. Satu supor - ter PSIM meninggal dunia setelah terjatuh dari tribun selatan stadion. Dikonfirmasi, Pre si - den DPP Brajamusti (komunitas suporter Laskar Mataram ) Rahmat Kurniawan, membenarkan kabar tersebut. Dika ta - kannya, korban atas nama Agus Sulistiyo, 19, warga So no - pakis, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

“Benar, almarhum merupa - kan (anggota) Brajamusti . Ke - jadiannya seperti apa masih be - lum pasti, ini masih kami selidiki. Tapi saat terjatuh tadi langsung ditolong teman-teman la - in, lalu dibawa ke Rumah Sakit Panembahan Senopati dengan ambulans. Kemungkinan me - ninggalnya ketika dalam perjalanan (ke rumah sakit),” tutur Rahmat kepada KORAN SINDO YOGYA , kemarin. Diungkapkannya, saat ini jenazah sudah diantarkan ke rumah duka. Pihaknya juga turut berduka dan tengah me ne - lusuri alamat korban untuk me nyampaikan dukacita seka - ligus mencari informasi terkait insiden itu.

Sekretaris PSIM Yogyak ar - ta Jarot Sri Kastawa mewakili manajemen, pelatih, dan pemain mengucapkan rasa bela sung kawa kepada keluarga Agus Sulistiyo. Kejadian ini ti - dak disangka, terlebih sekitar 17.280 penonton yang memadati stadion saat itu lebih fokus menonton pertandingan se - pak bola. “Bahkan kebanyakan tidak mengetahui insiden tersebut. Rencananya perwakilan manajemen, pelatih, dan pemain besok, Jumat (19/5), akan melayat ke rumah duka,” katanya. Ditanya kronologis kejadian, dia menceritakan, kemung - kinan korban tidak berdiri mau pun duduk di pijakan yang stabil.

Mengingat tempat yang diduduki merupakan dinding miring. Dalam laga tersebut se - benarnya Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Yogyakarta selalu mengimbau penonton untuk tidak berdiri maupun du - duk di atas dinding tribun. Ka - rena hal itu bisa membaha ya - kan nyawa yang bersangkutan. Sayangnya hanya sedikit yang mengindahkan imbauan tersebut. Ke depan diharapkan pe - non ton bisa duduk tertib se - suai dengan tempat duduk masing-masing. “Kami ikut ber duka cita atas kejadian ter - sebut,” kata Jarot.

Petugas kesehatan PMI Ban tul Yulianto menyebutkan, men jelang akhir pertanding - an, korban sudah digotong suporter lain dari arah tribun me - nuju petugas medis. Dia tak ta - hu pasti korban karena jatuh atau bukan. Kondisinya saat itu sudah tidak sadarkan diri, tapi denyut nadi masih ada dan lang sung dilarikan menuju ke ru mah sakit. Hanya sebelum sam pai rumah sakit suporter ini meninggal dunia. “Tadi be - lum sampai rumah sakit nadi tidak sudah tidak ada,” ka - tanya.

Siti estuningsih / muji barnugroho


Berita Lainnya...