Edisi 19-05-2017
Siap Membawa Misi Internet Sehat


Menyabet gelar Miss Internet Indonesia 2017 bukan perkara yang mudah. Berkat kegemarannya di dunia internet sejak kecil, ia menyandang Miss Internet 2017 mewakili Sumatera Utara yang baru saja dihelat di Bali.

Wanita yang kini duduk di bangku kuliah Universitas Sumatera Utara (USU) Jurusan Ilmu Komunikasi ini masuk nominasi di Top 15 Miss Internet Indonesia 2017 yang baru saja digelar. Wanita itu bernama Sylvi Dhea Angesti yang kini memasuki usia 19 tahun. Dalam perbincangan dengan KORAN SINDO MEDAN kemarin, ia menilai dunia internet adalah eranya digital. Saat ini banyak orang merasa diuntungkan dengan perkembangan teknologi khususnya internet. Apalagi pengguna internet tidak memiliki segmentasi, mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Dikatakannya lagi, dari hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) kolaborasi dengan Pusat Pengkajian Komunikasi Universitas Indonesia pada 2014 menunjukkan 49% pengguna internet adaah remaja usia 18 sampai 25 tahun. “Manfaat internet ini beragam, tapi yang paling menonjol digunakan untuk berselancar di media sosial. Jadi APJII menyimpulkan hasil survei dan menyampaikan media sosial menduduki posisi pertama sebagai aplikasi paling digemari disusul dengan browsing dan chatting. Banyak remaja saat ini mempunyai pergaulan yang enggak sehat.

Penggunaan internet tidak sesuai dengan usianya,” beber wanita berwajah mungil yang pernah menjadi Sutradara Terbaik Festival Drama Amuk Teater Sumut Unimed 2014 lalu dalam naskah “Barabah”. Wanita yang pernah menjadi Juara Dua Membaca Berita tingkat SMP pada 2012 ini mengakui bahwa dunia internet sekarang ini memudahkan masyarakat untuk mengakses segala hal. Mulai dari yang positif sampai negatif.

“Internet itu bagai dua mata pisau. Bisa membawa kita ke arah yang positif dan lebih baik atau justru senjata mematikan bagi kita. Jadi penggunaan internet yang saat ini digandrungi seluruh kalangan tergantung kita sendiri. Internet jangan sampai menggurui kita, tapi kitalah yang menggurui internet. Jangan sampai internet membutakan dunia sosial kita,” tutur mantan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Medan ini. Alhamdulillah, dengan segudang prestasi yang pernah diraihnya, apalagi menjadi Miss Internet 2017 mewakili Sumut, wanita yang akrab disapa Dhea ini tak menjadi besar kepala. Ia justru malah memiliki tanggung jawab terhadap generasi muda terutama dalam pemanfaat internet.

“Justru prestasi ini membuat saya semakin merasa punya tanggung jawab. Tanggung jawab saya disini adalah menjadikan generasi muda yang selektif dalam penggunaan internet,” ungkap Dhea yang pernah menjadi Guest Speaker of Digital Youth Icon “Internet Safety” Sumut ini. Kata Dhea lagi, dalam waktu dekat ini Top 15th Miss Internet memiliki sejumlah program, salah satunya sosialisasi ke beberapa SMP dan SMU. Dhea menilai pengetahuan internet sehat harus dibangun sedini mungkin, terutama usia remaja.

“Enggak hanya program ke sekolah-sekolah saja. Saya juga punya rancangan program untuk turun ke pelosok desa karena ada beberapa tempat di pedalaman yang belum tersentuh internet dan tentunya program ini akan terus kontiniu meski jabatan sebagai Miss Internet sudah habis. Jadi harapan saya adalah bagaimana agar remaja mampu mengaplikasikan internet ke jalan yang benar. Gunakan danmanfaatkan internet sepositif mungkin untuk generasi Indonesia yang lebih baik,” tandas wanita kelahiran Juli 1997 silam ini.

Dody Ferdiansyah
Medan



Berita Lainnya...