Edisi 19-05-2017
Sumut Jadi Ikon Inacraft 2018


MEDAN– Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) terpilih menjadi ikon Inacraft ke-20 tahun 2018. Acara pameran yang dinantikan pelaku industri kreatif ini diharapkan dapat mempromosikan produk kerajinan asal Sumut.

Project Officer Inacraft, Adi Sunarno mengungkapkan, hingga saat ini acara Inacraft sudah terselenggara 19 kali dan secara bergantian 19 provinsi telah menjadi ikon Inacraft untuk mengangkat seni dan budaya daerahnya. Adapun provinsi yang selama ini sudah pernah menjadi ikon di antaranya, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, NTT, Sulawesi Selatan (Sulsel), DKI Jakarta, NAD, Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung, Kalbar, Jawa Timur, dan Sumatera Barat (Sumbar).

“Bahkan di antara provinsi ini ada dua provinsi yang sudah dua kali menjadi ikon, yakni Jawa Tengah, Bali, dan Yogyakarta,” ungkap Adi dalam rapat koordinasi persiapan Sumut sebagai Ikon Inacraft 2018 di kantor Gubsu, Kamis (18/5). Rapat ini dihadiri Sekjen ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia) Baby Jurmawati Djuri, Project Officer Inacraft Adi Sunarno, Kadisperindag Sumut Alwin Sitorus, Kepala Bappeda Sumut Irman, Kadis Koperasi dan UMKM Sumut, M Zein, serta Sekretaris Dekranasda Sumut Ida Pane. Adi memaparkan, untuk Inacraft yang akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC) tanggal 25-28 April 2018 mendatang, Sumut telah terpilih menjadi ikon pameran Inacraft. Karena itu, dibutuhkan rapat koordinasi terkait teknis dari penyelenggaraan Inacraft dengan Sumut menjadi ikon. “Untuk leading sektor dari kegiatan ini adalah Disperindag Sumut,” kata Adi.

Dilanjutkannya, untuk persiapan Inacraft ini perlu dilihat dari penyelenggaraan sebelumnya di mana masingmasing daerah yang provinsinya menjadi ikon semua berperan aktif mendukung acara, termasuk stakeholder kerajinan dari daerah itu. “Manfaat menjadi ikon dalam kegiatan ini, maka daerah yang menjadi ikon akan mendapatkan stan paling strategis di main lobby dengan luas 180 m2 atau setara dengan 20 stan yang menjadi paviliun daerah. Selain itu, gambar desain ikon dapat diaplikasikan ke semua media promosi Inacraft,” kata Adi.

Dengan begitu, kata dia, maka daerah yang menjadi ikon Inacraft ini akan dipromosikan ke seluruh dunia sehingga dapat mengangkat seni dan budaya daerah Sumut ke kancah nasional dan internasional. Sekjen ASEPHI Baby Jurmawati Djuri mengucapkan selamat kepada salah satu UKM Binaan Dekranasda Sumut, yaitu Tikar Pandan Terawang Tiga Dara binaan Dekranasda Serdang Bedagai yang berhasil meraih kategori produk kerajinan terbaik dari kategori serat alam/natural fiber pada kegiatan Inacraft award tahun 2017 di Yogyakarta. “Inacraft ini merupakan pameran yang dinamis hal ini terlihat dari pelaku UMKM yang setiap tahunnya menampilkan produk yang kreatif dan dinamis. Setiap tahunnya muncul pelaku usaha baru yang datang dari kalangan muda yang belum pernah ikut Inacraft,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Baby, transaksi retail di Inacraft juga terus meningkat. Tahun 2017 ini tercatat senilai Rp136 miliar selama lima hari pameran dan transaksi dagang sebesar USD 11 juta dengan pengunjung tercatat sebanyak 167 ribu. “Ini tentu menjadi barometer sendiri bagi sumbangan produk kreatif dalam meningkatkan pendapatan pelaku usaha, dan Inacraft ini juga menjadi wadah promosi yang dinantikan. Ini tentu menjadi tugas kami mendatangkan pengunjung dan pembeli yang potensial kepada peserta,” katanya. Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Sumut M Zein mengatakan, rapat tersebut dilakukan sebagai rapat persiapan karena Sumut terpilih menjadi ikon Inacraft 2018.

Sebagai tuan rumah tentu banyak hal yang harus dipersiapkan dengan matang, seperti kesiapan pembukaan, penampilan seni dan budaya, dekorasi gerbang dan pilar yang bernuansa etnis Sumut, hingga kesiapan anggaran. “Untuk anggaran kita perkirakan nanti sebesar Rp3 miliar. Sementara dari daerah juga akan mempersiapkan anggaran masing-masing untuk menjadi peserta dalam kegiatan tersebut juga untuk membawa produk UKM-nya. Hingga saat ini untuk anggaran tidak ada masalah, tinggal kita akan lebih intens untuk membahas masalah teknis penyelenggaraan,” kata Zein.

Lia anggia nasution









Berita Lainnya...