Edisi 19-05-2017
Beri Motivasi dan Edukasi bagi Ibu Hamil dan Balita


Perkembangan teknologi informasi mendorong setiap individu untuk berkreasi. Kesempatan juga terbuka sangat luas untuk bisa membuat sebuah karya yang bisa dimanfaatkan khalayak umum.

Salah satu karya hasil pengembangan teknologi informasi adalah aplikasi Amoeba atau Application of Mother and Baby karya lima mahasiswa sekolah vokasi UGM. Dipimpin Yuni Rahmawati dari Program Studi (Prodi) Kebidanan, mereka—Abidurahman Alfaruq (Prodi Komsi), Anna Amirotun Sholihah (Prodi Rekam Medis), Rizky Puspa Dewi (Prodi Kebidanan), dan Shyfany Krismarestuti (Prodi Rekam Medis) menciptakan aplikasi Amoeba untuk mendorong promosi kesehatan bagi ibu bayi dan balita. Aplikasi tersebut pada awalnya dijadikan sebagai sarana untuk melakukan edukasi bagi ibu-ibu di kawasan Kecamatan Jetis Yogyakarta.

“Awalnya adalah upaya untuk memberikan edukasi memanfaatkan ponsel untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah Puskesmas Jetis,” papar Yuni. Berbagai edukasi tentang kesehatan seperti kehamilan, mulai dari motivasi hingga sistem pengingat jadwal periksa kehamilan, ada di aplikasi tersebut. Bahkan untuk kegiatan pasca-kelahiran hingga anak berusia sekira 2 tahun ada informasi dan proses pendampingan yang bisa diperoleh. Salah satu yang menjadi unggulan dari aplikasi tersebut adalah keberadaan fitur media sosial. Dengan fitur media sosial tersebut, setiap anggota bisa melakukan komunikasi dan berbagi informasi serta pengalaman. Tidak hanya kepada sesama warga, tetapi juga kepada para petugas kesehatan.

“Mau bertanya langsung ke petugas kesehatan juga bisa dilakukan melalui aplikasi ini sehingga bisa memotong jarak dan waktu. Sementara bagi para pendamping juga bisa mempermudah dalam melakukan pendampingan dan edukasi,” tambah Anna Amirotun Sholihah. Saat ini aplikasi Amoeba telah tersebar secara merata di tiga kelurahan, yakni Bumijo, Gowongan, dan Cokrodiningratan, yang berada di bawah cover area Puskesmas Jetis. Kader pendamping ibu hamil di wilayah tersebut telah tersosialisasi program tersebut sehingga pendampingan dan edukasi yang dilakukan semakin lebih mudah karena terpotongnya jarak dan waktu. Manfaat cukup positif sangat dirasakan Koordinator Bidan Puskesmas Jetis Jumira.

“Proses promosi kesehatan menjadi lebih mudah dilakukan karena seperti menjadi tidak ada jarak dan komunikasi bisa dilakukan setiap saat,” tandasnya. Dengan proses edukasi dan promosi yang bisa dilakukan dengan mudah, diharapkan hal itu akan berimbas positif pada peningkatan derajat kesehatan keluarga. Hal tersebut tentu menjadi sebuah target yang sangat positif bagi aplikasi baru yang merupakan hasil kreasi memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

Maha Deva
Sleman

Berita Lainnya...