Edisi 19-05-2017
Hanya 2% Masyarakat yang Kunjungi Museum


YOGYAKARTA –Masyarakat Indonesia masih sangat rendah dalam mengunjungi museum. Dari 267 juta jumlah penduduk, ha nya 5 juta atau 2% per tahun yang mau berkunjung ke museum.

Ketua Asosiasi Museum In - donesia (AMI) Putu Supadma An dhara mengatakan, jumlah mu seum di Tanah Air sebanyak 435 museum baik yang dikelola pe merintah maupun swasta. Mu seum sendiri diyakini sebagai potensi besar sumber pem - be lajaran bagi masyarakat. “Sa - yang nya, sampai saat ini tingkat kun jungan ke museum sangat ren dah,” ujar Putu Supadma An - dhara di sela-sela kegiatan Mu - seum Exhibition di Yogyakarta kemarin. Idealnya jumlah kunjungan ke museum di Indonesia seba - nyak 100 juta. Ini merujuk dari 267 juta warga sekitar 150 juta di antaranya merupakan pen - du duk produktif dan terdidik.

“Jumlah 100 juta pengunjung per tahun adalah tentu butuh per jalanan panjang untuk diwu judkan,” katanya. Di sisi lain, untuk mendong - krak kunjungan ke museum AMI perlu melakukan perba ik - an internal melalui program ser tifikasi semua pengelola museum. Kerja sama dengan pe - me rintah daerah (pemda), instansi pendidikan, serta peru - sahaan swasta terus ditingkatkan. “Sinergi ini akan kami wujudkan bersama Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) untuk komitmen dukungan da ri setiap kepala daerah me - ma jukan museum,” paparnya.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Ke - men terian Pendidikan dan Ke - bu dayaan (Kemendikbud) Har ry Widiarto mengatakan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 66/2015 tentang Per - museuman menyebutkan, museum sebagai lembaga yang ber fungsi melindungi, me - ngem bangkan, memanfaat - kan koleksi, dan memanfaat - kan sarana pembelajaran. “M a - ka sudah selayaknya pemerintah daerah memberikan du - kungan,” ucapnya. Dia mengapresiasi Pemda DIY melalui Dinas Kebudayaan yang sudah melakukan berbagai kegiatan promosi museum ke sekolah dan kampus-kampus. Selain itu, juga menggelar pa meran museum di tempat stra tegis seperti di pusat perbelanjaan.

“Ini patut diadopsi dae rah lainnya,” ujarnya. Event Museum Exhebition di Yogyakarta yang digelar sejak 17-21 Mei di Jogja City Mall ini diikuti 40 museum nasional. Pameran menghadirkan ratusan koleksi unggulan. “Pusat belanja tidak lagi menjadi area jual-beli, namun sudah merupakan ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua pihak. Kehadiran pameran di pusat perbelanjaan ini sebagai upaya mendekatkan diri ke masyarakat,” paparnya. Sementara itu, pengelola Mu seum Wayang Kekayon Yog yakarta RM Riyo Suryo Ta - runo mengatakan, untuk me - ma jukan museum agar lebih banyak dikunjungi masyarakat perlu melakukan sertifikasi terhadap pengelolanya. Secara in ternal perubahan juga harus di lakukan pada pe - nyajian ko leksi yang ada.

“Pe - ngelola harus mampu me me - nuhi tuntutan perubahan zaman. Tidak lagi menyajikan ko - leksi secara statis tapi dinamis,” ucapnya.

Ridwan anshori

Berita Lainnya...