Edisi 19-05-2017
Indonesia Kurang SDM Pariwisata


YOGYAKARTA– Persatuan Bangsa- Bangsa (PBB) telah menetapkan tahun 2016 sebagai tahun internasional pariwisata berkelanjutan untuk pembangunan. Namun, di Indonesia masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang unggul.

“Saat ini tercatat lebih dari 100 perguruan tinggi pariwisata di In donesia, tapi nyatanya belum men cukupi permintaan akan SDM pariwisata yang unggul. Pa dahal dengan ditetapkannya ta hun internasional pariwisata ber kelanjutan untuk pemba - ngunan, masyarakat, sektor swas ta, dan juga pemerintah per lu menyadari kontribusi pa - ri wisata berkelanjutan terha - dap pembangunan,” kata Di rek - tur Penjaminan Mutu Ke men - ris tekdikti Aris Junaidi, kemarin.

Mewakili Menristekdikti da - lam Wisuda Sekolah Tinggi Il mu Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta, Aris me ngatakan, pariwisata global me megang peranan penting da - lam pasar bebas dan menda - tangkan pendapatan terbesar. Namun, pariwisata global juga mempengaruhi berbagai sektor lain secara signifikan. Kon tri bu - si pariwisata berkelanjutan ter - hadap pembangunan juga da pat meningkatkan kerja sa ma dan menjadi agen perubah an. “Tahun internasional pariwisata berkelanjutan untuk pem bangunan diharapkan bisa me n dukung perubahan kebi - jak an, praktik bisnis, dan perila - ku konsumen, menuju sektor pa riwisata yang lebih berkelanjutan. Namun, Kementerian Pa ri wisata pada 2015 masih mencatat salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian adalah pengembangan SDM di bidang pariwisata dan jumlah PT pariwisata yang masih terbatas,” kata Aris.

Menurut Aris, permasalah - an SDM mengharuskan Indo - ne sia lebih meningkatkan daya saing SDM pariwisata agar me - miliki keunggulan, baik secara regional maupun global. Pen ca - paian keunggulan tersebut ha - rus diimbangi pula dengan ke - tersediaan SDM berkompeten yang tidak hanya berada pada ta taran operasional atau tenaga teknis, tapi juga pada tataran aka demisi, teknokrat, dan profesional. “Dalam upaya mencapai pa - ri wisata berkelanjutan, PT pari - wi sata memiliki peran strategis se bagai penghasil SDM pariwi - sata serta sumber ilmu pengeta - huan dan teknologi. Selain itu, PT pariwisata juga menjadi wa - dah untuk mengakses dan ber - adaptasi terhadap ilmu pengetahuan dan pengelola pengeta - huan,” kata Aris.

Sementara Kepala Dinas Pa - riwisata DIY Aris Riyanta yang mewakili Gubernur DIY me - ngatakan, sektor pariwisata me ru pakan salah satu pilar pem bangunan dan memberi - kan andil besar dalam memacu per tumbuhan perekonomian daerah. Pariwisata di DIY bah - kan memberikan multiplier effect terhadap bidang lainnya, se - perti perdagangan, akomodasi, jasa-jasa, bahkan pertanian dan industri. “Pariwisata juga membe ri kan perluasan kesempatan kerja dan kesempatan berwirausaha sekaligus bisa membantu da lam program pengentasan ke miskinan. Ka renanya, pendi dik an di bi - dang pariwisata akan membe ri - kan kontribusi yang sangat besar dalam menciptakan SDM kepariwisataan yang handal dan profesional,” kata Aris.

Dalam konteks regional dan global, telah menuntut pe - ngembangan sektor pariwisata yang memiliki jang kauan stra - tegis, sistematis, terpadu, dan sekaligus kompre hensif. Sementara pada wisuda periode pertama 2017 kali ini, STIPRAM mewisuda 812 wisudawan untuk program D3 Perhotelan dan S1 Pariwisata. Menurut Ketua STIPRAM Yogyakarta Suhendroyono, pihaknya telah mempersembah - kan segalanya sebagai wujud bah wa pendidikan pariwisata sebagai ilmu mandiri bertanggung jawab atas kemampuan akademis sekaligus profesio nal sebagai insan pariwisata yang mandiri.

Ratih keswara





Berita Lainnya...