Edisi 19-05-2017
Jadi Mediator Konflik Palestina, Indonesia Harus Netral


YOGYAKARTA – Indonesia telah berhasil menunjukkan peranannya sebagai partisipan aktif dalam penyelesaian konflik Arab-Israel.

Jika Indonesia ingin berperan sebagai me diator dalam konflik Pa les - tina, maka bersikap netral men jadi syarat utama. Hal tersebut diungkapkan Dosen Ilmu Hubungan Inter - na sional Fisipol UGM Dr Siti Mu tiah Setiawati MA, kema - rin, dalam Seminar Interna - sio n al ‘The Role of Southeast Asia Countries in Conflict Re so - lution in the Middle East’. Siti Mutiah mengatakan, ka - sus di Palestina saat ini bu kan lagi sekadar konflik Arab-Pales ti - na dengan Israel, tapi konflik se - sama Palestina.

“Sya rat utama menjadi mediator adalah netral. Indonesia ha rus mengeta - hui permasa lah an yang menjadi sumber kon flik utama mau - pun pendu kung dan bisa diterima serta di percaya kedua belah pihak. Tampaknya saat ini In - donesia telah mendapat kepercayaan dari kubu Hamas mau - pun Fa tah,” kata Siti. Peneliti Senior Fakultas Hu kum National University of Si ngapore Dr Victor Kattan me ngatakan, banyak hal yang bisa dilakukan negara-negara ASEAN untuk membantu rak - yat Palestina. Hal pertama yang bisa dilakukan ialah mem buat ruang aman untuk dialog intra Palestina yang jauh dari atmosfer beracun dari politik Timur Tengah.

Guru Besar Fakultas Hu - kum UII Prof Jawahir Thon to - wi SH PhD mengatakan, In do - nesia selalu menjadi pe mim - pin di antara negara-negara ASEAN. Indonesia juga memiliki kewajiban moral internasional membantu setiap misi kemanusiaan.

Ratih keswara



Berita Lainnya...