Edisi 19-05-2017
Perbaikan Jembatan Terowongan Ijo Dikebut


PURWOREJO – Proses perbaikan Jembatan Bangunan Hikmat (bh) 1650, yang menghubungkan Stasiun Gombong dengan Jalur Stasiun Ijo Km425+4/5 terus dikebut.

Mengingat sangat vitalnya jalur kereta api di lokasi itu, terutama untuk angkutan Lebaran 2017, pihak PT KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto terus mengejar waktu pembangunan. “Kami pastikan pekerjaan perbaikan Jembatan BH ini akan selesai sebelum Lebaran tiba. Makanya, kami terus kebut pekerjaannya,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Ixfan Hendriwintoko, kepada KORAN SINDO , kemarin. Ixfan menjelaskan, pada Kamis (18/5), pihaknya melakukan pemantauan dan pengawasan pekerjaan perbaikkan Jembatan BH itu. Proses perbaikan jembatan yang sudah berumur tua itu harus pula dilakukan pekerjaan pengeprasan tebing.

“Tebing sebelah kanan dan kiri harus dikepras. Ini membutuhkan jarak sekitar 400 meteran,” ujar Ixfan. Menurut Ixfan, pekerjaan jembatan tersebut telah mulai dilaksanakan pada Maret 2017 lalu dan diperkirakan sebelum menghadapi angkutan Lebaran 1438 H nanti dijadwalkan telah rampung. “Mengingat area tersebut merupakan titik rawan yang berpotensi bahaya bagi perjalanan kereta api, proses pengerjaannya akan dirampungkan secepatnya,” kata Ixfan. Di kawasan Terowongan Ijo sendiri adalah zona merah dan sangat potensial terganggu akibat bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.

Pada bagian disebutkan, pihak Daop 5 juga akan terus melakukan pekerjaan pengeprasan tebing di pinggir-pinggir jalur rel kereta. Pengeprasan tebing tersebut akan terus dilaksanakan utamanya pada titik lokasi antara Notog-Kebasen. “Tak hanya itu, Daop 5 juga akan melakukan pengurukan lereng yang rawan longsor di jalur Kebumen, juga normalisasi tebing di antara petak Jalan Prupuk Linggapura,” sebut Ixfan.

Sementara itu, Manajer Jalan Rel dan Jembatan Daop 5 Suyanto mengatakan, dalam prosesnya, pihaknya mengaku akan sangat ketat dalam melakukan pantauan dan pengawasan terhadap proses pekerjaan. “Harapan kami, perbaikan akan berjalan sesuai dengan program yang ditentukan. Prioritas kami ingin cepat selesai, tapi juga tidak mengganggu perjalanan kereta yang berjalan setiap hari,” kata Suyanto.

herypriyantono



Berita Lainnya...