Edisi 19-05-2017
Saling Pandang, Ditembak Airsoft Gun


KULONPROGO – Satreskrim Polsek Sentolo berhasil mengungkap kasus penembakan dengan airsoft gunyang terjadi di toko modern Alfamart di Salamrejo, Sentolo awal bulan lalu.

Dua pelaku masih remaja yang berstatus sebagai mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Penembakan terjadi lantaran pelaku dan korban saling pandangan ketika berada di depan toko. Kasat Reskrim Polres Kulonprogo AKP Dicky Hermansyah mengatakan ada dua pelaku dalam kasus penembakan yang menimpa Heru Nurhanifan, warga Sentolo yang tengah nongkrong di depan toko Alfamart pada 1 Mei silam. Mereka adalah Ka,18 warga Bantul dan Bnm;21 warga Sleman yang berstatus sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.

“Kita hanya menahan Bnm, sedangkan tersangka KA, ditahan di Polsek Moyudan. Kebetulan dia juga tengah terjerat kasus serupa disana,” jelas Dicky. Pascakejadian penembakan, polisi langsung bergerak cepat melakukann penyelidikan. Salah satunya dengan melihat rekaman CCTV di toko tersebut. Dari video ini, diketahui identitas Bnm, yang langsung diamankan di rumahnya. Sedangkan tersangka KA, ditangkap warga karena melakukan penembakan dengan senjata yang sama kepada sejumlah pelajar di Moyudan selang beberapa hari sejak penembakan di Sentolo. Saat itulah dia ditangkap massa dan dilaporkan kepada polisi. Dari hasil pemeriksaan, kata Dicky, tersangka Bnm mengakui ikut serta dalam penembakan. Bahkan dia ikut memprovokasi agar menembak sejumlah pemuda yang tengah nongkrong.

Dimana sebelumnya pelaku sempatamembeli barang di dalam toko dan ketika berada di halaman toko terlibat saling pandang dengan korban. Hingga akhirnya pelaku Ka memberondong lima butir peluru gotri yang salah satunya mengenai betis korban. Peluru ini juga ada yang menembus kaca toko dan mengenai sebotol sirup. “Ini murni kenakalan remaja, hanya karena saling pandang mereka emosi dan menembak,” ujarnya. Pelaku akan dijerat dengan pasal 170 atau 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Selain tersangka, pelaku juga mengamankan dua buah topi milik korban, lima butir peluru gotri dan pecahan botol.

Sedangkan senjata berupa airsoft gunmasih dicari, karena dibuang di aliran sungai pasca kejadian di Moyudan. Sementara itu Bnm, mengakui ikut dalam penembakan ini. Saat itu dia memboncengkan pelaku KA, yang tidak lain rekannya. Termasuk ikut membujuk agar menembak para korban. “Saat polisi dating ke rumah saya pasrah tidak melawan,” ujarnya.

Kuntadi




Berita Lainnya...