Edisi 19-05-2017
Dewan Nilai Kasek SMA/SMK se-Surabaya Tak Loyal


SURABAYA – Sebanyak 20 kepala sekolah (kasek) dari 32 SMA/SMK di Surabaya tidak menghadiri undangan dengar pendapat (hearing ) dengan Komisi E DPRD Jatim.

Para kasek ditengarai belum memiliki loyalitas terhadap Pemprov Jatim yang baru saja mengambil alih kewenangan SMA/SMK dari kota/kabupaten. Seharusnya para kasek tersebut akan melakukan hearing bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim dan Kacabdin se-Surabaya. Namun karena yang hadir hanya 12 kasek, Komisi E menjadi geram sehingga membatalkan hearing yang membahas evaluasi pelaksanaan UNBK dan panitia penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2017-2018. “Rapat hearing hari ini (kemarin) terpaksa dibatalkan dan kita jadwal ulang pada 22 Mei mendatang. Kasek yang hadir tidak sampai separoh,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Suli Daím kemarin.

Politikus asal PAN ini menerangkan, sesuai dengan undangan, kasek SMA/SMK seluruh Surabaya sebanyak 32 orang, terdiri atas 10 orang kasek SMK dan 22 orang kasek SMA. Namun, yang hadir hanya 12 orang atau tidak lebih dari separuh. “Kami mengindikasi para kepala sekolah SMA/SMK ini masih berada di bawah bayangbayang Pemkot Surabaya sehingga kurang loyal terhadap Pemprov Jatim,” kata Suli Daim. Komisi E DPRD Jatim juga merekomendasi kepada Kadindik Jatim Saiful Rahman supaya mendata seluruh kasek SMA/SMK se-Surabaya yang tak mau menghadiri undangan Komisi E, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi Kadindik Jatim.

“Kalau mereka sudah tak nyaman dengan kebijakan Pemprov Jatim, silakan mengajukan surat pindah jadi kasek SD atau SMP karena masih menjadi kewenangan Pemkot Surabaya,” kata Suli. Kadindik Jatim Saiful RahmanmengakuirapatdenganKomisiEtidakjadidilaksanakankarena banyak kasek yang hadir. Rapat akan digelar lagi pekan depan dan diharapkan seluruh kepala sekolah yang diundang bisa hadir. “Hari ini (kemarin) rapat memang gagal karena banyak kasek yang tidak hadir,” kata dia.

zaki zubaidi




Berita Lainnya...