Edisi 19-05-2017
Gudang Garam Ilegal Digerebek


PROBOLINGGO– Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Probolinggo menggerebek gudang produksi garam ilegal. Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menyita lima ton lebih garam berbahaya dan sejumlah alat produksi.

Selain menyita barang bukti, petugas juga mengamankan pemilik, yakni Moch Hanafi, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Penggerebekan dilakukan guna menekan peredaran bahan tak layak konsumsi menjelang Ramadan. Dalam gudang seluas 8 x 15 meter persegi itu, petugas mendapati sisa produksi garam dalam bentuk grasak, balok, hingga yang terbungkus sak.

Garam ilegal tersebut sebagian siap diedarkan ke pasaran. Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, penggerebekan ini dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa kegiatan produksi dan pergudangan garam itu diduga tidak mengantongi izin resmi. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas memastikan bahwa kegiatan tersebut terindikasi ilegal. Pada penggerebekan itu, petugas mendapati sejumlah barang bukti yang diduga dipasarkan tanpa dilengkapi perizinan.

“Kegiatan produksi garam di dalam gudang tersebut diduga tanpa dilengkapi perizinan. Kami sudah mengamankan barang bukti dan pemilik gudang untuk dimintai keterangannya,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Arman. Dari pemeriksaan sementara, industri rumahan ini mendapatkan bahan baku garam dari petambak garam di Pulau MadurasehargaRp2.000perkg. Garam mentah lalu dioplos dengan garamlokaldansedikityodiumagar terlihat memiliki standar kesehatan.

Setelah dilakukan pengemasan, garam oplosan tersebut dijual ke pasaran seharga Rp4.000 per kg. Area pemasaran produk garam oplosan ini ke Probolinggo dan sekitarnya. MochHanafimengakudalam sehari omzet penjualan garam mencapai Rp6 juta dengan jumlahpekerja13orang. Produksigaram tersebut dimulai sejak 2003, tetapidiatidakpernahmengurus prosedur perizinannya.

Hingga kini polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Jika terbukti bersalah pemilik gudang produksi garam terancam dijerat Pasal 60 Undang-Undang Nomor 08 tentang Perlindungan Konsumen. Pelaku diancam hukuman penjaramaksimallimatahundan denda Rp2 miliar.

Arie yoenianto






Berita Lainnya...