Edisi 19-05-2017
Pembersihan Pasar Songgolangit Terhenti


PONOROGO– Prosespembersihan Pasar Songgolangit setelah terbakar terpaksa harus dihentikan karena pasokan plastik untuk mengangkut sampah habis.

Proses pembersihan pasar dilakukan oleh para relawan, TNI, Polri, Tagana, Bagana, BPBD, Dinsos, dan para pedagang. Sejak pagi mereka sudah melakukan pembersihan di lantai bawah, kemarin. Namun, sekitar pukul 10.00 WIB, proses pembersihan berhenti karena keterbatasan jumlah karung plastik atau gelangsing untuk menampung puingpuing sisa kebakaran.

Limbah yang telah dikumpulkan diangkut ke tempat pembuangan akhir di TPA Mrican. Kekurangan karung plastik diperkirakan mencapai seribuan lebih. Kepala Satpol PP Ponorogo Wahyu Paripurnawan mengaku sudah melaporkan kekurangan tersebut ke Dinas Perdagkum, Dinsos, dan BPBD. “Harapannya pada proses pembersihan besok hari ini, Jumat, (19/5) sudah tersedia sehingga proses pembersihan lancar dan cepat selesai,” katanya. Berbarengan dengan pembersihan puing-puing kebakaran Pasar Songgolangit, Ponorogo, para pedagang di bagian utara pasar yang kios dan barang dagangannya tidak turut terbakar diizinkan membenahi barang dagangannya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo Addin Andanawarih mengatakan, dari hasil rapat bersama bupati dan jajaran OPD lainnya serta pertemuan dengan para pedagang Rabu (17/5) malam kemarin, telah disepakati para pedagang yang tidak terkena dampak kebakaran, yaitu berada di bagian utara bisa membenahi dagangannya. “Memang telah sepakat, barang yang cepat rusak dan busuk di bagian utara ini boleh masuk dan membenahi barangnya,” ungkap Addin, kemarin. Menurut Addin, bila tidak dibereskan, pedagang khawatir akan menderita kerugian lebih banyak meski tidak turut terbakar.

Barang-barang dagangan tersebut bisa diambil untuk dibawa pulang atau dibawa ke gudang masing-masing. Sedangkan untuk pedagang yang jadi korban kebakaran telah diperkenankan melihat lokasi dagangannya yang terbakar. Beberapa barang yang bisa diambil diperbolehkan diambil dan dibawa pulang. “Jadwalnya hari ini selesai. Kita tidak akan berlama-lama agar para teknisi yang bekerja bisa segera menyelesaikan pekerjaannya untuk membenahi. Kalau pembenahan segera selesai, maka relokasi bisa segera dilakukan,” ujar Addin.

Salah satu pedagang, Yudi Laksono, 40, mengatakan, seluruh dagangannya yang berupa kerupuk mentah memang dibawa pulang ke gudangnya di Jalan Sulawesi, Ponorogo. Hal ini dilakukannya agar bisa segera memilah kerupuk yang masih dalam kondisi baik dan kerupuk yang kedaluwarsa. “Kalau yang baik mungkin akan segera saya lempar ke daerah lain, yang segera kedaluwarsa akan dikembalikan ke pemasok,” ujarnya.

Dili eyato

Berita Lainnya...