Edisi 19-05-2017
Penerimaan Siswa Baru SMP Gunakan Lima Jalur


SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya membuka lima jalur untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP, yakni jalur prestasi, inklusi, mitra warga, kawasan, dan jalur umum.

Kabid Sekolah Menengah Dindik Surabaya Sudarminto mengatakan, untuk PPDB jalur prestasi sudah mulai dibuka pada 23-27 Mei, kemudian untuk jalur inklusif dan mitra warga dibuka pada 30 Mei hingga 3 Juni. Sementara untuk jalur SMP kawasan baru dibuka pada 10-11 Juni dan terakhir untuk jalur umum SMP mulai dibuka pendaftaran 14-16 Juni. Sudarminto menjelaskan, jika ada siswa yang sudah mendaftar pada satu jalur dan penempatan yang dilakukan Dindik tidak sesuai, maka bisa mendaftar lagi ke jalur lain.

Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena yang sudah diterima di jalur prestasi tidak bisa mendaftar lagi pada jalur lainnya. “Yang menentukan penempatan sekolahnya dinas. Kalau tidak setuju, bisa mundur dan ikut PPDB jalur kawasan atau reguler,” katanya, kemarin. Menurut Sudarminto, untuk masuk SMP melalui jalur kawasan yang menjadi incaran banyak orang harus memenuhi beberapa persyaratan di antaranya memiliki nilai rata-rata ujian sekolah (US) SD/MI minimal 85.

Sedangkan untuk nilai pada US minimal adalah 75. Nilai tersebut akan dipadukan dengan nilai tes potensi akademik (TPA) masing-masing50%.“ TPA akankitagelardi setiap wilayah. Jadi tidak terpusatditengahkotasepertitahuntahun sebelumnya,” ujarnya. Plt Kabid Sekolah Dasar ini juga menyebutkan, PPDB tahun ini ada perubahan karena siswa yang tinggal di wilayah atau kelurahan tidak memiliki SD akan punya poin plus. Poin plus ini berdampak pada peluang masuk sama dengan siswa yang di kelurahannya terapat SD.

Untuk pemenuhan pagu karena tahun lalu pemenuhan pagu baru ditawarkan pada saat daftar ulang, tapi tahun ini pemenuhan pagu sudah ditawarkan sejak calon siswa mendaftar. Hal ini menghindari banyaknya pagu tidak berhasil dipenuhi seperti yang terjadi tahun sebelumnya. Terkait dengan PPDB SMA/SMK, hingga saat ini Dindik Jatim masih mengoreksi petunjuk teknik (juknis) pelaksanaannya. Karena Dindik Jatim masih belum mengeluarkan petunjuk tersebut.

Meski demikian, Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman menjanjikan akan segera menyelesaikan juknis tersebut untuk selanjutnya langsung disosialisasikan kepada masyarakat. Sementara berdasarkan Permendikbud 17/2017 tentang PPDB terdapat pasal yang menyatakan bahwa jumlah peserta didik dalam tiap rombongan belajar maksimal 36 siswa. Saiful mengatakan, jumlah tersebut masih bisa fleksibel, sebab masih boleh bertambah jika ada kondisi khusus.

“Misalnya, sekolah sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Dengan catatan, sarana prasarana yang dimiliki sekolah cukup memenuhi. Maka ini termasukkondisidaruratdanini tidak berlaku umum,” katanya.

Lutfi yuhandi




Berita Lainnya...