Edisi 19-05-2017
552.000 Guru Belum Kantongi Sertifikat


SEMARANG - Ratusan ribu guru tetap di Indonesia saat ini belum mengantongi sertifikat pendidik. Padahal sesuai dengan Undang-undang Guru dan Dosen (UUGD) menetapkan bahwa setiap guru harus memiliki sertifikat tersebut.

Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Muhdi mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat 552.000 guru tetap yang belum bersertifikat pendidik. Sesuai UUGD juga, seharusnya pada 2015 yang lalu harus bersertifikat pendidik. Untuk itu, Kemendikbud akan menuntaskan pada 2019 dengan akan menyertifikasi 138.000 guru dalam jabatan setiap tahun hingga 2019. “Namun karena terkendala dana, tahun 2016 ini hanya sekitar 70.000 guru, dan tahun ini hanya 55.000 guru,” ungkap Muhdi di sela-sela prosesi wisuda ke-58 kampus tersebut kemarin. Untuk lulusan S-1 Kependidikan harus mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan kurang lebih satu tahun sebagaimana saat ini dilakukan bagi peserta SM3T.

“Program PPG prajabatan reguler dilaksanakan mulai tahun 2017, hal tersebut karena kekurangan guru sebenarnya begitu besar, dan pengangkatan guru seharusnya bersertifikat pendidik,” katanya. Saat ini telah dibuka PPG reguler bersubsidi dan direncanakan perkuliahan dimulai Juni ini. “Alhamdulillah, UPGRIS di samping ditugasi sebagai penyelenggara PPG SM3T juga PPG reguler bersubsidi, yang merupakan satu-satunya PTS di Jawa Tengah yang mendapat tugas tersebut,” ungkap Muhdi. Untuk PPG reguler bersubsidi, saat ini hanya dibuka untuk beberapa program studi (prodi).

Di antaranya matematika, bahasa Inggris, PGSD, dan PAUD. September/Oktober rencananya dibuka PPG reguler biaya sendiri. “Mohon doa restu, UPGRIS juga akan mendapat tugas dan prodi yang dibuka lebih banyak. Untuk itu, bagi saudara yang ingin menjadi guru, teruslah belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi calon peserta PPG prajabatan dan mengikuti PPG,” katanya.

Susilo himawan



Berita Lainnya...