Edisi 19-05-2017
Putri Menangis saat Ayahnya Pamit Latihan Perang ke Natuna


Jenazah Pratu Ibnu Hidayat, salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan latihan PPRC TNI di Kepulauan Natuna, tiba di rumah duka di Dukuh Dongko Desa Kebonbatur RT 6/RW 2, Kecamatan Mranggen, sekitar pukul 09.25 WIB kemarin.

Kedukaan anggota keluarga yang menunggu pun pecah dalam isak tangis. Bahkan istri korban, Andriyani, menangis histeris saat menyaksikan jenazah suaminya terbaring di dalam peti mati. Anggota TNI dari satuan Yon Arhanud 1 Kostrad ini memang dikenal sebagai pribadi yang taat kepada orang tua dan tekun beribadah. Dia juga memiliki sifat sosial yang tinggi dengan kerap terlibat di dalam kegiatan kemasyarakatan. Anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Suwarman dan Yusro ini meninggalkan istri dan anak semata wayang, Puput Putri yang masih berusia satu setengah tahun. Tidak ada firasat sebelum tragedi yang menewaskan Ibnu Hidayat. Namun, dua minggu sebelum berangkat latihan ke Kepulauan Natuna, Puput menangis dan ketakutan di hadapan ayahnya itu.

“Tidak ada firasat apa-apa. Hanya saja, anaknya menangis saat ayahnya pamit akan latihan. Katanya, dia takut dan menangis keras,” ujar Sri Hartati, mertua korban, kemarin. Mastur, 48, kakak pertama almarhum mengatakan, keluarga sempat terkejut begitu mendapat kabar bahwa adiknya itu terkena musibah saat menjalani latihan. Sebelum berangkat latihan dua minggu lalu, adik bungsunya itu sempat berpamitan kepada ibunya agar didoakan selama mengikuti latihan. “Dapat informasi Ibnu kena musibah, kami deg-degan (berdebat debar). Tidak ada firasat apaapa. Ya , cuma minta doa restu bapak dan ibu,” kata Mastur, yang merupakan Babinsa Kuripan, Kecamatan Karangawen, Demak.

Setahun setelah lulus dari SMA, Pratu Ibnu Hidayat masuk menjadi anggota TNI pada 2010 atas kemauannya sendiri. Selama tujuh tahun bertugas di Batalyon Arhanud 1 Kostrad Tangerang, Jawa Barat, dia bersama istrinya tinggal di asrama bersama prajurit lainnya. Setiap ada kesempatan cuti maupun libur Lebaran, dia bersama istri dan anaknya selalu pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga. “Sebagai kakak tertua, saya selalu nasehati agar hati-hati dalam bersikap maupun saat tugas. Selama ini dia baik, tidak pernah ada pelanggaran,” paparnya.

Di mata keluarga maupun para tetangga, Ibnu Hidayat dikenal sebagi pribadi yang supel dan mudah bergaul serta aktif di mengikuti kegiatan kampung. Setiap pulang kampung, dia selalu menemui teman-temannya untuk sekadar bercanda maupun bermain bola yang menjadi hobinya sejak kecil. “Hobinya main bola, Mas Ibnu itu biasanya jadi kiper (penjaga gawang). Kami benar-benar kehilangan kiper andalan di kampung sini,” kata Haryadi, Ketua RT setempat. Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Mohamad Sabrar Fadhilah menyampaikan duka cita atas wafatnya prajurit TNI dari Arhanudri 1/I Kostrad dalam geladi bersih latihan PPRC di Natuna.

"Kita ikut berduka cita atas wafatnya prajurit terbaik kita. Semoga mendapat tempat terbaik dan layak di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ungkap Sabrar Fadhilah. "Untuk hal-hal lain menyangkut kenaikan pangkat, kita serahkan ke pusat," katanya.

Wikha Setiawan/ Ahmad Antoni
Demak







Berita Lainnya...