Edisi 19-05-2017
Pegawai Bank Disekap, Uang Rp150 Juta Dijarah


UNGARAN – Perampokan bank terjadi di wilayah hukum Polres Semarang kemarin sekitar pukul 13.55 WIB.

Kawanan perampok menjarah Rp150 juta yang tersimpan di Bank Jateng Kantor Kas Tarubudaya, kompleks Perkantoran Tarubudaya, Kelurahan Susukan, Kecamat - an Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Tak hanya merampok uang bank, 4 pelaku juga menyekap 3 pegawai dan 3 nasabah bank. Satu pegawai yang disekap ada - lah satpam bank. Perhiasan dari para korban juga dirampas. “Para korban diikat oleh pelaku menggunakan kabel dan lakban. Selain uang milik kantor kas, beberapa perhiasan dan jam tangan dari salah korban diambil,” tutur Kapolres Sema - rang AKBP V Thirdy Hadmiarso di sela memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP).

Bank Jateng Kantor Kas Ta - rubudaya berada di tengah kawasan perkantoran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng. Ratusan PNS tiap hari beraktivitas di kompleks perkantoran yang berlo - kasi di kawasan perbatasan Kabupaten Semarang dan Kota Semarang ini. Kantor kas Bank Jateng satu gedung dengan Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng, berada di lantai satu. Karenanya aksi para perampok tergolong berani dan terencana rapi. Mereka datang tidak menyaru sebagai nasabah, me - lainkan langsung merangsek masuk dan melumpuhkan satpam.

“Para pelaku langsung ma - suk ke kantor kas, melakukan penyekapan dengan memati - kan lampu. Mereka beraksi se - kitar lima menit,” ujar Thirdy. Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan satu senjata airsoft gun laras pendek yang tertinggal di dalam ruang kantor kas. “Laras pendek diduga milik pelaku,” katanya. Proses identifikasi para pelaku terganjal dengan hilangnya DVR CCTV bank. Hasil keterangan saksi, korban penyekapan juga menyatakan pelaku menggunakan jaket dan helm untuk menutup muka. “Nanti kami coba melihat rekaman CCTV lain di sekitar lokasi kejadian,” imbuhnya.

Upaya menutup jalur pelarian pelaku langsung dilakukan kepolisian. “Baik yang menuju Kabupaten Semarang maupun Kota Semarang. Kita juga langsung gelar razia,” sambungnya. Empat pelaku diketahui mengendarai 2 sepeda motor, 1 di antaranya Suzuki Satria FU. Dari hasil rekaman CCTV lain di kompleks Tarubudaya, para pelaku kabur berboncengan. Salah satu mengenakan jaket warna kuning. “Kita tidak tahu mereka profesional atau tidak, yang jelas kami masih lakukan penyelidikan dan mengupaya - kan untuk secepatnya menang - kap pelaku,” tandasnya.

Perampokan di Bank Jateng Kantor Kas Tarubudaya ini mengingatkan kejadian serupa di Bank Jateng Kantor Kas RSUD Salatiga pada November 2016 silam. Perampokan di Salatiga terjadi juga di siang hari, sekitar pukul 13.00 WIB. Jumlah pelaku juga empat orang, menggunakan sepeda motor dan langsung melakukan penyekapan ke tiga pegawai, salah satunya satpam bank. Terkait korelasi modus tersebut, Thirdy belum berani me - mastikan pelakunya sama. “Ka - mi tidak tahu kejadian di wila - yah lain, tetapi di Kabupaten Semarang baru terjadi satu kali,” katanya. Sementara itu Polda Jateng langsung menerjunkan tim untuk mengungkap kasus ini.

“Masih kita kejar. TKP itu cabang, ada 3 karyawan dan 1 satpam. Pelaku menggunakan kendaraan roda 2 menyatroni satpam ambil uang Rp150 juta,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono kemarin. Condro mengatakan, men - de kati Ramadan dan Idul Fitri, pencurian dengan kekerasan adalah salah satu kejahatan yang diwaspadai. Perbankan, pega - daian maupun tempat-tempat penyimpanan uang perlu mendapat pengamanan khusus.

Agus joko/eka setiawan




Berita Lainnya...