Edisi 19-05-2017
Penipuan Ponsel Murah Dibongkar


SEMARANG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah membongkar praktik penipuan dengan modus menjual smartphone murah melalui media sosial Facebook .

Aksi penipuan itu dilakukan Sayyidah, 37, warga Jakarta Timur. Dia ditangkap tim Ditreskrimsus seusai keluar penjara di Lapas Wanita Kelas IIA Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/5). Sayyidah dihukum tiga tahun atas kasus yang sama. Tak hanya itu, tersangka juga menjadi terlapor di Polda Jawa Timur, Polda Metro Jaya, termasuk Polda Jawa Tengah atas kasuspenipuanserupa. Korbannya kebanyakan reseller . “Tersangka menawarkan pembelian smartphone berbagai merek dan tipe melalui akun Facebook Dea Salma Jakaria. Menawarkan harga lebih murah dibanding harga pasaran. Pembayaran melalui rekening,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djarod Padakova kemarin.

Dalam aksinya, tersangka menggunakan tiga rekening berbeda untuk pembayaran order pembelian smartphone . Syaratnya, uang muka atau down payment (DP) dibayar 60% saat pemesanan, sisanya dilunasi saat barang dikirim. Beberapa pemesanan barang memang sampai ke pemesan. Namun, pemesanan selanjutnya barang tidak sampai. Salah seorang pelapor, S, warga Demak, mengaku sudah delapan kali transaksi membeli smartphone kepada tersangka. Di empat transaksi awal semuanya berjalan lancar.

Namun, empat transaksi berikutnya barang yang dipesan tidak sampai meski sudah melunasi pembayaran sejak Maret hingga April 2014. Akibat kejadian itu, S mengaku mengalami kerugian Rp658,4 juta. Kepada penyidik, S mengaku sempat tiga kali bertemu tersangka, pertama April 2014 di Kota Semarang; Juni 2014 di Bandara Soekarno Hatta Tangerang; dan ketiga di Bekasi. “Sempat terjadi perjanjian bahwa tersangka akan mengembalikan uang pemesanan itu dan bersedia dituntut hukum bila tidak menepati. Namun ternyata tersangka tidak memenuhi janji,” ucapnya.

Pelapor lain, AWS, mengaku pada Januari 2014 membuka Facebook di fanpage Bonamy Grup untuk mengetahui nama owner Bonamy Grup. Didapatlah nama tersangka Sayyidah itu dengan akun Facebook Dea Salma Zakaria. Akhirnya terjadi kesepakatan pembelian smartphone setelah invite BBM tersangka. “Di beberapa pemesanan barang sampai. Namun, pemesanan selanjutnya barang tidak dikirim. Totalnya ada 67 smartphone pesanan yang tidak dikirim, kerugian total Rp68,7 juta,” ungkapnya.

Direktur Reskrimsus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengatakan tersangka akan dijerat pasal berlapis. Selain Pasal 45 juncto Pasal 28 ayat (1) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman enam tahun penjara, juga Pasal 378 dan Pasal 3 dan atau Pasal 5 UU8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang ancaman hukumannya 5 hingga 20 tahun penjara. “Barang bukti yang disita aneka print out rekening koran, laporan transaksi hingga surat kesepakan bersama,” ungkapnya.

Kepada penyidik, Sayyidah mengaku uang yang dikumpulkan dari hasil menipu digunakan untuk membayar ke konsumen-konsumen lainnya. “Sebagai uang refund . Kalau akun Facebook itu punya anak saya,” ucap tersangka saat ditemui di Markas Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah. Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jawa Tengah AKBP Harryo Sugihhartono, mengimbau masyarakat luas untuk tidak mudah percaya tawaran harga murah di media sosial, terutama yang tidak berbadan hukum.

“Pidana penipuan ini berawal dari tipu muslihat. Tersangka biasanya memancing masyarakat dengan memunculkan keyakinan sebagai contoh kasus ini. Setelah beberapa kali transaksi lancar, begitu ingin order lebih besar, saat itulah upaya tipu muslihat terjadi,” paparnya.

Eka setiawan


Berita Lainnya...