Edisi 19-05-2017
1.000 Personel Bakal Halau PKL Ramadan


BANDUNG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung akan mengintensifkan pengawasan pedagang kaki lima (PKL) di tujuh titik pada Ramadan tahun ini.

Sedikitnya 1.000 personel akan dikerahkan untuk menghalau PKL agar tidak berjualan di zona merah. Kepala Satpol PP Kota Bandung Dadang Iriana menyebutkan, 1.000 personel ini merupakan petugas gabungan dari Satpol PP dibantu kepolisian dan TNI, serta komunitas dari pencak silat._ Bahkan personel gabungan itu sudah disiapkan sejak awal pekan depan, dimulai dengan gelar pasukan. “Selain melibatkan petugas dari Satpol PP, TNI, Polri, kami juga melibatkan seluruh paguron pencak silat di Kota Bandung. Mereka akan ikut berpartisipasi membantu Satpol PP dalam kaitan persiapan jelang Ramadan,” ungkapnya kepada wartawan di Taman Sejarah Jalan Aceh Kota Bandung, kemarin.

Dadang menyebutkan, para petugas tidak akan dipusatkan hanya dalam satu zona. Melainkan mereka akan bergerak secara mobile untuk melakukan pengawasan para pedagang di titik-titik zona merah. Di antara zona merah tersebut adalah Jalan Otista, Tegallega, Kosambi, Alun-alun Bandung, dan lainnya. “Penyisiran akan dilakukan segera seusai gelar pasukan. Jadi kami lakukan peningkatan sweeping dan mobilisasi,” lanjut dia. Lebih lanjut dia menjelaskan, bila ternyata saat dilakukan penertiban para pedagang membandel dan keukeuh berjualan di zona merah, pihaknya tidak akan segan-segan langsung menertibkan. Sebelum itu terjadi, pihaknya meminta kepada para pedagang untuk bersikap kooperatif mengikuti aturan.

Apalagi di sepuluh hari terakhir ada keringanan dengan memperbolehkan berdagang di titik tertentu. “Untuk lokasi zona merah apapun alasannya ini sudah diingatkan, memang ada penawaran dari para PKL, di mana sepuluh hari jelang Lebaran minta berjualan di titik tertentu. Arahan Pak Wali boleh berjualan, tetapi tidak boleh di zona merah. Nah seperti parkir Palaguna, kemudian di lahanlahan yang dianggap proporsional, Jalan Sukarno juga diharapkan jadi tempat relokasi PKL sementara,” pungkasnya. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial menegaskan agar Satpol PP tidak memberikan ruang bagi PKL yang membandel. Terutama kepada para pedagang menggunakan mobil alias mobil toko.

“Jangan dikasih ruang. Orang di trotoar saja tidak boleh, ini di ruas jalan. Mereka bukan PKL, mereka pengusaha, lihat saja. Mereka bermodal,” tegas Oded yang juga merupakan Ketua Satgas PKL Kota Bandung.

Fauzan





Berita Lainnya...