Edisi 19-05-2017
Berbuka dengan Es Teh Manis Mang Oyo


RAMADAN sebentar lagi. Setelah khusuk menjalani ibadah puasa seharian, berbuka puasa menjadi momen paling membahagiakan. Apalagi buka puasa dilakukan bersama keluarga dan orang terdekat. Ini sudah menjadi tradisi orang Indonesia termasuk orang Sunda.

Mengadopsi tradisi makan bersama yang lazim dilakoni orang Sunda, Ramadan kali ini Ibis Trans Studio siap mengusung tema “Ngariung Yuk” di Oopen Restaurant yang terletak di hotel itu. Selama Ramadan, konsep buffet all you can eat akan menyuguhkan 26-30 menu pilihan, termasuk olahan takjil yang selalu menjadi incaran para tamu. Menurut Executive Chef Ibis Trans Studio Bambang Nino Wismono, tahun ini dia sengaja membawa atmosfer makanan Sunda tradisional berikut jajanan khas yang sering dijumpai di setiap sudut Kota Bandung.

Menu takjil itu di antaranya cilok, seblak, kurupuk banjur, aneka gorengan, surabi, hingga ragam kue basah. Tak lupa, sebagai menu utama alias makanan berat, dia mengandalkan sederet masakan Sunda yang dikolaborasikan dengan beberapa hidangan ala Nusantara. Santapan itu di antaranya sambal goreng kentang ati sapi, iga garang asam khas Semarang, gado-gado, angeun kacang daging sapi, ikan dabu-dabu, ayam bumbu rujak, dan masih banyak lagi. “Paket breakfasting atau buka puasa tahun ini memilih tema “Ngariung Yuk”.

Tradisi makan bersama ini sengaja kami angkat, kecenderungan dari tamu yang datang di breakfasting all you can eat buffet memang selalu beramai- ramai. Biasanya mereka datang lebih dari empat orang,” ujar Chef Nino. Setelah sukses mengusung tema olahan Malaysia pada Ramadan tahun lalu, pada 2017 ini Ibis mengembalikan konsep makanan pada selera lokal. Agar sedikit berbeda, dia mengembangkannya dalam olahan tatar Sunda kontemporer. Mengambil dasar olahan priangan, namun lebih lanjut dieksplorasi dengan olahan lintas pulau khas Indonesia.

“Saya menyebutnya masakan Sunda kontemporer karena karakternya bukan Sunda autentik. Konsep ini diterapkan agar penikmatnya tak merasa bosan. Untuk puasa kali ini akan ada enam kali rotasi makanan yang berbedabeda,” katanya. Beralih ke menu takjil, Nino menyajikan segudang jajanan populer yang menjadi sumber inspirasi. Sebut saja kurupuk banjur yang membawa nostalgia pada kudapan anak SD. Menurut Nino, di Bandung kurupuk banjur atau kurupuk ojay lazimnya dibuat menyerupai kuah atau saus yang dibuat dari oncom dan aneka bumbu. Rasa pedas menjadi kunci wajib dari kuah sambal kurupuk banjur.

“Sebagai variasi, Ibis memodifikasi kuah kurupuk banjur ini menjadi dua macam. Ada yang menggunakan ulekan oncom, dan apa pula kuah sate padang. Ini saya adopsi dari jajanan tradisi Sumatera,” papar Nino Ada yang menarik dari paket ini. Kali ini tim food & beverage setempat membuat satu ikon buka puasa, yakni es teh Mang Oyo. Berbeda dari es teh pada umumnya, di Oopen Restaurant es teh manis diracik sedemikian rupa hingga rasanya lebih segar dan sanggup memuaskan dahaga setelah berpuasa. Rahasia kelezatan es teh manis Mang Oyo, diracik teh wangi, legit, dan sepet khas Indonesia.

Untuk menciptakan sensasi segar ditambahkan perasan lemon segar. Tal ayal minuman terasa unik dan menyegarkan tenggorokan. “Peraciknya Mang Oyo salah satu karyawan di hotel kami. Pokoknya es teh manis ini sengaja dibuat berbeda agar para tamu ketagihan. Kami memberikan sensasi rasa asam dan teh yang kental,” katanya.

Paket berbuka puasa di Oopen Restaurant Ibis Trans Studio Bandung akan dihidangkan mulai dari pertama Ramadan hingga sebulan ke depan. Paket buffet all you can eat dibanderol Rp110.000 per orang. Selain itu, nikmati juga penawaran early bird hingga 28 Mei 2017 seharga Rp99.000 per orang, dan bagi para tamu yang merencanakan untuk berbuka puasa bersama dalam grup besar di atas 100 orang, Ibis Bandung Trans Studio menyediakan ustaz untuk memberikan tausiyah.

Dini budiman


Berita Lainnya...