Edisi 19-05-2017
Empat Tahun Mely Digendong Menuju Sekolah


SETIAP pagi, sebuah keluarga biasanya sigap menyiapkan segala sesuatu dalam menyambut hari. Begitupun dengan pasangan Aman Suryaman, 38, dan Lia Dahliani,36, warga Kampung Nagarakasih Kaler, Kelurahan Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Keluarga Aman Suryaman mengawali hari dengan salat Subuh, kemudian sarapan. Semua keperluan anak-anak untuk ke sekolah pun disiapkan. Namun ada yang berbeda dilakukan keluarga ini. Sebab, saat Lia mempersiapkan sarapan di dapur, Aman harus membantu menyiapkan kebutuhan sekolah anak pertamanya, Mely Putri, 10, siswi kelas 4 MI Mathlaul Hikmah. Gadis kecil ini memiliki kemampuan berbeda. Dia tak bisa berjalan atau lumpuh. Kondisi tersebut dialami Mely sejak berusia 1,5 tahun.

Sampai saat ini tidak diketahui penyebab Mely lumpuh meskipun telah dibawa ke dokter dan rutin menjalani terapi. Aman mengaku setiap memandikan dan memakaikan baju Mely hingga memberikannya sarapan, hatinya begitu teriris. Terkadang, tak terasa air mata menetes di pipinya. Namun semangat Mely untuk sekolah menghapus rasa perih itu. Keseriusan dan ketegaran putrid pertamanya menimba ilmu membuat Aman kuat. Namun tentu saja, Mely tidak mampu berangkat sendiri. Dia harus digendong untuk bisa sampai ke sekolah. Begitu pun saat pulang, Aman harus siaga menggendongnya sampai ke rumah. Beruntung, letak sekolah Mely tak jauh dari rumah, hanya 300 meter.

“Setiap hari sejak masuk kelas 1 memang saya gendong dia menuju sekolah. Begitupun ketika pulang juga saya menggendongnya kembali. Kini dia sudah duduk di bangku kelas 4, namun semangat Mely tidak pernah surut. Malah tadi pagi juga dia yang semangat meminta saya segera memakaikan baju seragam agar tinggal sarapan dan setelah itu berangkat ke sekolah,” ungkap Aman. Di sisi lain, kesedihan Aman dan Lia bertambah karena anak keduanya, Irsadul Husni, 2,5, juga di usianya saat ini mengalami kondisi serupa teteh-nya (kakak perempuan). Irsadul belum bisa berjalan dengan tegak dan kakinya tak kuasa menopang beban tubuhnya. Dia lebih nyaman berjalan dengan cara merangkak atau ngesot.

“Meskipun semangat saya dan istri agar kedua anak saya itu bisa kembali pulih sangat besar, makanya beberapa kali saya bawa ke dokter untuk berobat dan melakukan terapi secara rutin. Namun kenyataannya tidak membuahkan hasil. Saya sendiri tidak paham apa yang menjadi penyebab anak saya bisa seperti itu. Saya berharap dari pemerintah ada yang mau peduli, agar kedua anak saya benar-benar bisa kembali pulih,” kata Aman.

Seluruh warga dan temanteman Mely di sekolah telah mengetahui keadaan tersebut, sehingga bukan pemandangan aneh ketika anak seusia Mely lengkap dengan tas dan seragam berangkat dan pulang sekolah digendong sang ayah. Bahkan menurut Aman, tidak ada teman- teman Maly yang iseng atau mengejek. Justru mereka menghibur, member semangat, dan rela membelikan Mely makanan. “Teman-teman Mely semuanya baik. Malah suka membelikan saya makanan kalau mau jajan. Saya ingin tetap sekolah dan kembali sehat agar cita-cita saya menjadi dokter bisa terwujud. Kasihan saya juga melihat adik dan bapak. Mereka juga sakit, makanya ingin bisa membantu mereka nantinya,” ujar Mely polos.

Di balik kondisi seperti itu, Allah SWT memberikan kelebihan kepada Mely. Daya ingat Melly sangat kuat. Pelajaran yang berupa hapalan dengan mudah dia kuasai. Dengan kemampuan seperti itu, Mely dipercaya ikut lomba pidato antarsekolah se-Kota Tasikmalaya sejak kelas 1. “Kelebihan Mely, daya ingatnya sangat kuat. Karena itu, kami arahkan ke hal positif seperti lomba. Namun karena mungkin keadaan seperti itu, membuat Mely sedikit risih dan selalu down ketika berada di atas pentas.

Namun demikian, saya bersama para guru tetap memberikannya semangat agar tetap bisa belajar dengan baik. Meskipun awal dia masuk, saya sendiri sangat miris melihatnya. Apalagi hingga saat ini Mely pulang pergi sekolah harus digendong ayahnya. Tugas kami jadi double harus memberikan pemahaman kepada orang tuanya juga menyemangati Mely,” kata Kepala MI Mathlaul Hikmah Haedar Burhan.

Nanang kuswara

Berita Lainnya...