Edisi 19-05-2017
Harga Kebutuhan Pokok Melonjak


CIREBON - Jelang Ramadan, sejumlah komoditi kebutuhan pokok di Kota Cirebon berangsur naik. Kenaikan diprediksi akan terus berlangsung hingga menjelang dan saat lebaran nanti.

Salah seorang pedagang di Pasar Pagi, Kota Cirebon, Wira, 33, mengungkapkan, harga sejumlah komoditi naik sejak sekitar sepekan lalu. Kenaikan di antaranya terjadi pada bawang putih super yang tembus hingga Rp64.000/kg dari sebelumnya hanya Rp40.000/ kg; bawang merah naik Rp28.000/ kg dari Rp20.000/kg; cabai merah menjadi Rp35.000/kg dari Rp20.000/kg; dan cabai rawit menjadi Rp40.000/kg dari Rp30.000/kg. "Jelang bulan puasa seperti ini biasanya harga naik karena dari distributornya pun sudah naik," ungkapnya, kemarin. Sementara, harga beras di Pasar Pagi diketahui justru tak mengalami kenaikan, baik untuk kualitas biasa maupun yang terbaik. Harga beras terendah Rp8.500/kg-Rp13.000/kg.

"Di Cirebon, pasokannya masih lancar karena banyak daerah penghasil beras," papar seorang pedagang beras di Pasar Pagi, Udin. Sementara, seorang pedagang di Pasar Kanoman, Kota Cirebon, Watmi menyebut, bawang dan cabai merupakan komoditi yang mengalami kenaikan cukup tinggi. Selain kedua komoditi itu, kenaikan harga dialami pula pada petai dari Rp7.000/batang menjadi hampir Rp10.000/batang. Untuk komoditas daging, salah seorang pedagang daging di Pasar Kanoman, Yeti mengatakan, sejak minggu lalu harga daging ayam naik. Lain halnya dengan harga daging sapi yang masih normal. Daging ayam saat ini dihargai Rp32.000/kg dari Rp28.000/kg, serta telur ayam Rp21.000/kg dari Rp18.000/kg.

"Sedangkan daging sapi harganya masih tetap Rp110.000/kg-Rp120.000/kg," sebutnya. Kenaikan harga sendiri secara umum dipicu tingginya permintaan barang. Sejumlah pedagang mengaku, kenaikan sejauh ini masih dalam taraf wajar. Namun, sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri, kenaikan harga berpotensi lebih tinggi lagi. Menyikapi naiknya harga kebutuhan poko, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis bersama unsur Muspida, Bulog, Bank Indonesia, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon menggelar inspeksi mendadak di Pasar Pagi, Pasar Kanoman, dan satu pasar modern di Jalan Karanggetas, Kota Cirebon, kemarin.

Azis mengklaim, kenaikan harga sejumlah komoditi sejauh ini tak terlalu signfikan. "Hanya bawang putih dan cabai merah yang naiknya mencolok, tapi cukup variatif. Sementara, seperti sayuran dan lainnya tak mencolok," tuturnya. Selain permintaan yang meningkat, kenaikan harga juga dipicu ketergantungan Indonesia terhadap hasil produksi pertanian dari negara lain, seperti halnya bawang putih. Dia mengingatkan para pedagang tak menaikkan harga terlalu tinggi. Dia berjanji bersama instansi terkait, akan berupaya menstabilkan harga.

Erika lia

Berita Lainnya...