Edisi 19-05-2017
NasDem Minta Fitnah kepada Emil Disetop


BANDUNG – Partai Nasional Demokrat (NasDem) menyikapi serangan politik yang terus diarahkan kepada Ridwan Kamil.

Sebagai partai yang sudah resmi mendeklarasikan pengusungan Ridwan Kamil di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018, NasDem meminta "manuver" itu dihentikan. Seperti diketahui, sejak menerima pinangan NasDem, kabar miring terus menerpa Wali Kota Bandung, mulai diisukan menikah lagi hingga tudingan miring identitas keyakinannya. Terakhir, pria yang akrab disapa Emil itu diserang video berjudul “Pengakuan” yang sempat menjadi viral di media sosial. Menanggapi serangan politik yang dialamatkan kepada Emil, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa meminta agar segala berita bohong (hoax) dan fitnah yang dialamatkan kepada Emil dihentikan.

“Kita ingin kontestasi politik di Jabar (jelang Pilgub Jabar) lebih beradab, bukan mengedepankan fitnah, hoax, berita-berita bohong, berita- berita yang dipelintir,” tegas Saan. Menurut Saan, berbagai tudingan yang dialamatkan kepada Emil hanyalah berita bohong dan fitnah belaka. Bahkan, Saan menilainya sebagai hal yang tidak masuk akal. “Kami tidak mengharapkan seperti itu. Kami ingin Pilgub Jabar ini kontestasinya rasional, kontestasi penuh ide, gagasan, dan upaya untuk memberikan kebaikan buat masyarakat jabar,” paparnya.

Saan juga meminta, siapapun sosok yang akan maju di Pilgub Jabar 2018 untuk mengedepankan sisi-sisi rasional dalam berkontestasi, termasuk para pendukungnya masing-masing. Saan meyakinkan, niat Nas- Dem mendukung Emil maju di Pilgub Jabar 2018 didasari itikad baik untuk menjadikan Jabar lebih baik. “Karena kami melihat, Kang Emil sebagai sosok yang baik, yang mampu menjadikan Jabar lebih baik,” tegasnya. Menurut Saan, dukungan partainya terhadap Emil tidak dalam konteks kepentingan Partai NasDem. Jika dukungan partainya terhadap Emil didasari kepentingan NasDem, kata Saan, NasDem pasti akan bergaining kepada Emil. Namun, hal itu tak pernah dilakukan partainya.

“Kami tidak meminta mahar, kita tidak meminta Kang Emil menjadi kader Nasdem, kita juga tidak meminta wakil gubernur, dan kita tidak meminta apapun,” paparnya. Saan berharap, masyarakat menyadari apa yang dilakukan NasDem semata-mata merupakan bagian dari itikad baik NasDem untuk kebaikan masyarakat Jabar. Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jabar Abdy Yuhana enggan menanggapi kasus video yang dinilai telah menyudutkan Emil tersebut.

Meskipun PDIP santer disebut-sebut akan berkoalisi dengan NasDem dan mengusung Emil di Pilgub Jabar 2018, namun Abdy menegaskan, partainya tidak memiliki hubungan keterikatan dengan NasDem, termasuk dengan Emil. Karena itu, kata Abdy, bukan kapasitas partainya untuk menanggapi beredarnya video tersebut. “Saya tidak bisa memberikan komentar, bukan kapasitas kami untuk menanggapinya, apalagi kami tidak ada hubungan apa-apa (dengan Emil dan NasDem),” ujarnya singkat.

Jangan Dulu Tergiur Janji Politik

Terpisah, masyarakat di Jawa Barat diminta tidak mudah tergiur dengan janji dari tokoh yang akan maju pada pilkada serentak 2018 mendatang. Untuk memastikan apakah janji tersebut bisa direalisasikan atau tidak, terlebih diperlukan adanya pemahaman tentang janji yang nantinya disampaikan itu. Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung mengatakan, merujuk pada pilkada sebelumnya, banyak cagub yang mmberikan janji politik yang sejatinya sulit untuk direalisasikan.

“Warning untuk Pilkada 2018, untuk tidak begitu saja menerima janji dari para cagub,” kata dia Tidak hanya berhenti pada masyarakat saja. Untung juga mengingatkan agar siapapun yang nantinya maju dalam pesta demokrasi serentak 2018, tidak menjadikan sektor pembangunan dan kepentingan masyarakat sebagai komoditi kampanye.

Agung bakti sarasa/ inin nastain

Berita Lainnya...