Edisi 19-05-2017
Rumah Wajib Pakai CCTv


BANDUNG – Pemkot Bandung mewajibkan warga yang memiliki rumah di jalan protokol untuk memasang Closed Circuit Television (CCTv). Dalam waktu dekat, surat edaran terkait himbauan tersebut akan segera diterbitkan.

“Pak wali mengimbau rumah-rumah di jalan protokol untuk memasang CCTv. Statusnya wajib,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi kemarin. Menurut dia, surat edaran terkait kewajiban memasang kamera CCTV bagi rumah yang menghadap ke jalan dalam waktu dekat akan dibuatnya. Kebijakan ini bertujuan membantu Pemkot Bandung melengkapi kekurangan CCTV di sejumlah titik. “Akan ada keluar surat edaran bersama Kapolres dan Pemkot untuk rumah yang menghadap jalan protokol. Kriteria sedang di susun. Kami tidak memberikan subsidi, tetapi warga diminta berkontribusi,” jelasnya.

Selain itu membantu Pemkot Bandung melengkapi jumlah CCTv bagi Bandung Command Center (BCC), pemasangan CCTv untuk rumah yang menghadap ke jalan diharapkan membantu pihak kepolisian mengungkap tindak pidana. “Selama ini kalau ada tindak kejahatan yang tidak terpantau, mereka minta data ke kami atau Bandung Command Centre. Hal itu lebih cepat,” ungkapnya. Selain mengandalkan CCTv warga, Pemkot Bandung pun berencana penambahan CCTv, terutama di titik-titik penting yang rawan kejahatan, kemacetan, serta kecelakaan lalu lintas. Nantinya pendataan dan pemasangan itu akan dilakukan pihak kepolisian. “Pak Wali Kota menyerahkan ke Kapolres soal penambahan titik mana yang urgen. Ada 500 titik dalam rangka percepatan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Bandung Hendro Pandowo meminta pihak Pemkot Bandung melakukan penambahan CCTv di sejumlah titik rawan kejahatan dan kemacetan. Nantinya, CCTv tersebut akan dikoneksikan dengan kepolisian, agar pemantauan bisa dilakukan sehingga keamanan Kota Bandung terjaga. “Jika terjadi tindak pidana bisa memudahkan pengungkapannya,” kata Hendro. Pihaknya mengaku, telah diminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melakukan pendataan titik-titik rawan yang wajib dipasangi CCTv. “Kabag Ops dan Kasat Serse mendata seperti tempat sepi, pertokoan, kemacetan. Serta tempat rawan seperti di jalan depan bank depan pertokoan. Karena banyak yang mengambil, mengirim uang, kerawanan pelaku pencurian,” ucapnya.

Diperlukan ribuan CCTV untuk memantau seluruh wilayah Kota Bandung, namun karena keterbatasan anggaran pihaknya hanya akan memasang ratusan CCTv_“Kalau mau aman ya butuh ribuan. Tetapi untuk sementara sekitar 500 titik dulu,” tandasnya._ Sementara itu, jelang bulan Suci Ramadan, pihak kepolisian terus meningkatkan pengamanan, mengantisipasi meningkatnya angka kriminalitas. “Kerawanan-kerawanan yang bisa terjadi selama Ramadan ini seperti pencurian. Itu bisa meningkat,” kata Mapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan di Mapolda Jawa Barat, kemarin.

Menurut dia, angka kriminalitas yang cenderung meningkat biasanya di kawasan perumahan maupun di jalanan. Hal itu mengindikasikan meningkatnya kebutuhan pokok. Sehingga, sejumlah orang mengambil jalan pintas untuk memenuhi kebutuhannya. “Ketika kebutuhan meningkat, bagi yang mentalnya kurang, bisa mencari rezeki yang tidak halal,” katanya. Polisi, lanjut dia, di setiap daerah di Jabar bakal rutin melakukan patroli di wilayahnya masing-masing. “Nanti juga ada operasi ketupat, selain operasi kelancaran ketertiban lalu lintas, operasi juga untuk menekan angka kriminalitas,” tegasnya.

Sementara itu,_ Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo melakukan pengecekan di sejumlah tempat di Kota Bandung._ “Tadi (kemarin) kami lakukan pengecekan bersama untuk antisipasi aksi kejahatan jelang Ramadan,” ujar Hendro.

Agie permadi/ yugi prasetyo




Berita Lainnya...