Edisi 19-05-2017
Volume Elpiji 3 Kg Sering Kurang


PANGANDARAN - Warga di Kabupaten Pangandaran mengaku setiap membeli elpiji 3 kg, volume gas dalam tabung selalu kurang. Volume gas yang ada selalu saja tidak penuh sehingga berpengaruh pada lamanya penggunaan.

Salah satu warga Dusun Kutakanyere, Desa Sindangsari, Kecamatan Cimerak, Latpoah, 33, mengungkapkan, takaran gas elpiji yang baru dibeli sering kali kurang. “Saya pernah membeli elpiji 3 kg, tetapi saat dipasang regulator, jarumnya berada di tengah,” kata Latopah. Selain itu, Latopah juga sering mendapatkan elpiji tanpa karet warna merah yang biasa terdapat pada lubang penghubung antara regulator dengan tabung.

“Padahal keberadaan karet merah itu di dalam segel plastik, tetapi banyak ditemukan tabung gas 3 kg tanpa karet merah,” tambahnya. Dia tidak pernah melakukan protes ke pengecer atau pangkalan lantaran ketidaktahuan teknis menyampaikan persoalan tersebut. “Kalaupun memang saya protes ke pengecer dan pangkalan, paling jawabannya tidak tahu apa-apa dan tidak mungkin menggantinya dengan barang baru,” papar Latopah. Latopah berharap, persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dan segera diselesaikan agar tidak merugikan masyarakat.

Sementara, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi UMKM dan Perdagangan (DPMPTSPKP) Kabupaten Pangandaran Mimin Mintarsih mengatakan, pihaknya memiliki keterbatasan dalam menangani persoalan elpiji. “Beberapa regulasi dari mulai peraturan menteri (permen) hingga peraturan bupati (perbup), tidak dijelaskan secara spesifikasi penanganan kasus tersebut bidang perdagangan,” kata Mimin. Namun demikian, Mimin mengaku, DPMPTSPKP harus memantau pendistribusian atau penyaluran elpiji.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama beberapa pihak jika terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh pangkalan atau agen elpiji akan ada sanksi administrasi,” tambahnya. Sanksi administrasi tersebut, di antaranya pengurangan kuota, pembekuan sementara dan pencabutan izin. Jika masyarakat mengeluh adanya gas elpiji yang baru dibeli tetapi tidak sesuai takaran, maka harus dikomplainkan ke penjual atau pengecer. “Setelah komplain dilakukan oleh konsumen ke pengecer, lalu pengecer menyampaikan keluhannya ke pangkalan dan diteruskan ke agen,” papar Mimin.

Mimin menegaskan, untuk harga Harga Eceran Tertinggi (HET) Pangandaran, di pangkalan Rp16.900/tabung. Namun jika yang beredar di lapangan terdapat harga Rp20.000 atau lebih karena konsumen membeli dari pengecer. “Sebaiknya konsumen membeli gas elpiji langsung ke pangkalan supaya harganya sesuai HET,” pungkasnya.

Syamsul ma’arif





Berita Lainnya...