Edisi 19-05-2017
Belasan Preman Dihukum Menyanyi


PALEMBANG- Belasan orang diduga preman dan pemalak yang kerap meresahkan warga di kawasan simpang Musi II dan Kertapati, Palembang, terjaring razia yang dilakukan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satreskrim Polresta Palembang, kemarin.

Razia tersebut dilakukan gu - na menekan aksi kejahatan jalanan yang sering terjadi setiap menjelang bulan Ramadan. Se - dikitnya, 16 orang diduga pre - man yang terjaring langsung di - gelandang ke Mapolresta Pa - lembang. Di Mapolresta Palembang, mereka diperiksa dan didata iden titasnya. Bahkan sebagai hukuman, para preman ini di - wa jibkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ironisnya, dari belasan pre - man yang memiliki tato di tu - buhnya tersebut, rata-rata jus - tru tak hapal dengan lagu wajib yang biasa dinyanyikan ter-se - but.

Akibatnya, mereka harus mengulang menyanyian hing - ga beberapa kali. Kanit Tekab Satreskrim Pol - resta Palembang, Ipda Daniel Dirgala mengatakan, razia ter - se but merupakan atensi dari Ka polda Sumsel dan Ka pol - resta Palembang. Dimana upa - ya itu untuk menjamin ke man - an dan kenyamanan ma sya ra - kat dalam menyambut bulan suci Ramadan. ”Giat ini kita lakukan dalam pengamanan jelang Ramadan. Hasil tangkapan kita ada 16 orang yang kita amankan. Me - re ka ini memang sering beraksi di kawasan Musi II dan Ker ta - pati,” jelas Danil. Para preman hasil tan g-kap - an ini, diakui Danil, memang merupakan pemain lama. Bahkan beberapa dari mereka me - ru pakan residivis kambuhan yang sering keluar masuk penjara.

”Bermacam-macam, dari mereka juga ada yang sudah berulang kali masuk penjara karena aksi kejahatan,” tuturnya. Selanjutnya, para preman ini akan dilakukan pendataan dan akan diberikan imbauan agar tak lagi mengulangi hal serupa.”Namun jika diketahui dari para preman ini ada yang ter li bat kejahatan, tentu akan kita proses. Yang jelas saat ini akan kita data dan berikan imbauan dulu,” tegas Danil. Sementara itu, Medi, 36, salah satu lelaki diduga preman yang turut ditangkap me nga - ku, saat razia berlangsung di-rinya hanya duduk-duduk di wa - rung di kawasan Kertapati. ”Saya sedang nungguteman yang mau ngajak kerja. Saya bukan pemalak,” singkat pria bertato ini.

Adi haryanto






Berita Lainnya...