Edisi 19-05-2017
Oknum Advokat Pagari Tanah Masjid


PALEMBANG- Warga Jalan Dwikora II, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, mendadak ramai siang kemarin.

Sebab, seorang wanita ber na - ma Agustina Novitasari be serta tim kuasa hukumnya nekat melakukan pemagaran pada sebidang tanah di sekitar ya - yas an dan Masjid Al Ikhlas, yang diakui Agustina merupa - kan miliknya. Tidak hanya itu, wanita yang belakangan diketahui ber profesi sebagai advokat tersebut juga nekat memasang papan na - ma yang bertuliskan, ”Dilarang Masuk Melanggar Pasal 167 ayat 1 KUHP. Tanah Milik adv.

Agustina Novitasari SH dalam Pengawasan Kantor Hu - kum Po lis Abdi Hukum adv Re - dho Junaidi SH”,di tanah seluas 700 meter itu. Pemagaran dan pema sang - an papan nama tersebut juga menuai reaksi warga sekitar. Bahkan, warga pun sempat terlibat perdebatan dengan Agustina dan timnya. Pengurus yayasan dan Mas - jid Al Ikhlas sekaligus tokoh masyarakat, Amir mence ri takan, dulunya tanah ini tak ada pemiliknya. Lantaran hal ter - se but, warga sekitar pun saat itu membuat kesepakatan jika tanah tersebut akan dibangun akses jalan. Rupanya, rencana untuk mem buat akses jalan itu pun urung dilakukan hingga akhir - nya warga pun membangun seko lah dan masjid di sekitar tanah tersebut.

”Jadi tanah ini dikelola oleh yayasan dan dibangun masjid yang beri nama Masjid Al Ikhlas, dan di sampingnya di ba - ngun sekolah atau yayasan, ” kata Amir, ketika ditemui. Setelah bertahun-tahun ber jalan, ternyata pada tahun 2016 lalu datanglah Agustina yang mengaku sebagai pemilik tanah tersebut. Sebelumnya warga pun juga sepakat sebagian tanah itu akan digunakan untuk memper luas sekolah yang saat ini sudah berdiri.”Tanah ini jelas. Karena itu kami bersama warga merasa marah karena ada yang me nga kui tanah ini,” ungkap dia. Kuasa Hukum Yayasan Al Ikhlas, Titis Rahmawati me - nga ta kan, pihaknya men da - pat kan informasi warga bahwa sekelompok orang telah me la - ku kan pemagaran di tanah tersebut.

”Saya pun langsung cek dan ternyata benar kalau sudah di la kukan pemagaran, ” tuturnya. Titis mengatakan, Agus ti - na ini telah mengaku jika di ri - nya berhak atas tanah tersebut setelah membelinya dari se-se - orang dengan harga Rp2 miliar pada tahun 2016. Pada tahun itu juga, tanah tersebut juga dinyatakan seng - ke ta usai dilaporkan ke Pol res - ta Palembang. Dengan kata lain, lanjut Ti - tis, seharusnya Agustina tidak boleh memagari tanah terse - but. ”Ini kanproses hukum ma - sih berjalan, harusnya har gai itu. Ini masih sengketa,” im - buhnya.

Sementara itu, saat awak media mendatangi lokasi un - tuk melakukan peliputan, Agustina sempat menghalanghalangi. Bahkan, Agustina juga sem - pat melontarkan kata-kata yang tak pantas seolah me le - ceh kan awak media.”Sudah tidak usah diliput. Biasanya wartawan datang kalau dikasih duit,” ujar ad vokat tersebut.

Adi haryanto






Berita Lainnya...