Edisi 19-05-2017
Soniya Dicekik, Ditusuk, dan Diinjak


PALEMBANG – Kesetanan. Kata itu mungkin tepat untuk menggambarkan aksi Su yan to alias Kempol, 24, saat membunuh Soniya, pa carnya sendiri, 29 April silam.

Dalam rekonstruksi k a sus pembunuhan tersebut, di Markas Poslek Sukarame, ke - marin, diketahui Kempol sem - pat mencekik Soniya se be lum membunuhnya. Te rungkap juga aksi Kempol menginjakinjak tubuh kor ban setelah menusuknya. Reka ulang kasus pem bu - nu han Soniya dibagi dalam 33 adegan. Panit Reskrim Pol sek Sukarame, Ipda S Nai baho mengatakan, ke-33 yang dila - kukan itu semuanya berasal dari berita acara pe meriksaan (BAP).

“Setelah reka ulang ting gal pemberkasan dan di ki - rim kan ke jaksa untuk dila ku - kan pen elitian dan dipe riksa. Tetap Pasal 340 KUHP, an - camannya hukuman pida na mati atau seumur hidup,” tu - tur nya. Re konstruksi diawali deng - an adegan saat Damris dan Nur yatmi, kedua orang tua Soniya, mengantarkan korban ke kampus Bina Darma. Kemu - dian, dilanjutkan dengan ade - gan yang menggambarkan per - tengkaran antara tersangka dengan korban pada 29 April 2017 sekitar pukul 12.00 WIB. Adegan selanjutnya, digam - barkan saat Kempol mengajak pulang Soniya. Karena merasa ada gelagat buruk, korban me - ng abari orang tuanya dengan mengirim pesan singkat (SMS). Soniya juga sempat meng - hubungi rekannya Sella dan Kiki Yulia.

Dengan meng gu - nakan taksi online, kedua saksi itu menjemput Soniya di kam - pusnya. Soniya saat itu mengatakan kepada Sella tidak ingin pulang, namun Kempol selalu meng - iku tinya. “Tapi tas aku dipegang terus,” ujar saksi Sella meni ru - kan perkataan korban. Saksi Sella lalu mengatakan kepada Soniya, "Sudah tinggalkan saja tas kau.” Pada adegan 11 digam bar - kan Sella memberikan ponsel yang sudah tersambung ke Nuryatmi (ibu korban) kepada korban Soniya. Mengetahui keinginannya membawa Soniya dihalangi, Kempol mendorong saksi Kiki Yulia sambil berteriak “Kau ini siapo?”. Kiki lalu masuk ke mobil taksi online.

Dari dalam mobil dia melihat Kempol memegang tangan dan mencekik leher Soniya. Rekonstruksi dilanjutkan dengan adegan saksi Sella memberitahu ibu korban, bila Kempol membawa korban deng an sepeda motor menuju rumah tersangka yang menjadi lokasi pembunuhan di Jalan Sukawinatan, RT 62/10, kawa san Soak Simpur, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukara me. Di dalam perjalanan menuju TKP pembunuhan, Kempol sempat menghentikan motor dan singgah di sebuah masjid di sebelah Graha 66, Kecamatan Kemuning, membahas masa - lah yang terjadi. Pada adegan 20, digam - barkan saat Jumeno, ayah ter - sangka Kempol, melihat anak - nya membawa Soniya ke rumah mereka.

Tersangka Kempol lalu mengambil pisau dari dapur, dan menaruhnya di laci kamar nya. Adegan selanjutnya men ce - ritakan saat Fatimah (bibi korban) dan Nuryatmi men da - tangi rumah tersangka dan ter - libat keributan dengan ter sang - ka Kempol. Di sela-sela adegan ini, Ju - meno, ayah Kempol, mengatakan tidak disetujui hubungan anaknya dengan Soniya, karena derajat keluarga mereka terlalu rendah. “Tris Sutrisno, adik Kempol juga pernah dibunuh terjadi di bulan November tahun 2012, adiknya dibunuh di Bukit, karena salah sasaran,” ungkap Jumeno. Tapi pernyataan itu diban - tah Rika, salah seorang kerabat Soniya. Menurut dia, tidak benar ditolak karena masalah kaya atau miskinnya tersangka. Sebab Nuryatmi juga beranjak dari susah.

“Tahu betul aku, Nuryatmi itu dari susah. Jadi bukan karena masalah itu. Tidak disetujuinya hubungan itu, karena Kempol kasar dan cemburuan, tidak bisa melihat Soniya dengan pria lain. Dia pernah ngalungi ibu Nuryatmi dengan celurit. Kejadiannya seki tar tiga bulan sebelum keja - dian dan sempat dilaporkan ke polisi namun ditolak,” ungkap Rika. Peristiwa pembunuhan tergambar pada adegan ke-27. Di awali saat tersangka membawa korban ke kamar lalu me nu - suknya. Nuryatmi, ibu korban, yang berada dari pintu kamar, sempat menyaksikan Kempol menginjak-injak tubuh Soniya seusai menusuknya. Rekonstruksi lalu dilanjut - kan dengan aksi dobrak pintu oleh Jumeno (orang tua Ke m - pol) dan pergulatan antara Ju - meno dan Kempol untuk mem - perebutkan pisau.

Pada adegan 29, Tumiyem, ibu Kempol membuang pisau melalui jendela. Rekonstruksi diakhiri dengan adegan saat korban Soniya ke RS Myria. Di lokasi rekonstruksi, Jak - sa Kejari Palembang M Pu r na - ma Sofyan mengatakan, ter - sangka Kempol dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembu nu - han Berencana. “Ada unsur peren ca naan - nya, ancaman hukuman mak si - mal hukuman mati dan huku - man minimal seumur hidup,” ujarnya.

Agus rizal

Berita Lainnya...