Edisi 19-06-2017
Home Industry Kunci Atasi Pengangguran


TANGERANG – Setiap tahun masyarakat Indonesia selalu mengalami kekurangan lapangan kerja sehingga banyak orang yang menganggur.

Home industry bisa menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran itu. Karena itu home industry masyarakat harus dihidupkan. Hal itu diungkapkan Chairman & CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo (HT) saat menggelar santunan anak yatim dan fakir miskin di Desa Saban, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, tadi malam. Di hadapan 2.400 anak yatim dan fakir miskin, HT menyatakan tentang pentingnya membangun home industry sebagai tonggak pembangunan daerah. ”Home industry menjadi perhatian kami, saya, dan kawan-kawan. Bagaimana bisa membantu mengarahkan mereka agar lebih produktif dan berkembang,” tandas HT.

Bukan hanya oleh warga Saban, di Kabupaten Tangerang, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia yang ada di berbagai daerah lain. ”Indonesia membutuhkan yang seperti itu. Tidak hanya di Tangerang, di tempat lain juga. Karena yang harus dicatat, di Indonesia itu lapangan kerja tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk yang besar sekali,” ungkapnya. Menurut Ketua Umum DPP Partai Perindo ini, situasi masyarakat Indonesia sangat khas, berbeda sekali dengan negara lain. Terutama dalam pertumbuhan penduduk. Setiap 2-3 tahun, pertumbuhan penduduk di Indonesia mencapai 5 juta.

”Bisa dibayangkan, kebutuhan lapangan kerja warga kita yang sangat besar. Makanya kita yang punya kapasitas dan yang lainnya juga, mari kita bantu saudarasaudara kita lainnya,” sambung HT. Agar home industry masyarakat Indonesia bisa berkembang dengan pesat, menurut dia, dibutuhkan uluran tangan dari semua pihak. Terutama mereka yang memiliki kapasitas untuk melakukan itu. ”Supaya mereka bisa berkembang, mereka bisa maju, dan pada saat yang bersamaan juga mampu menciptakan lapangan kerja sehingga bagus bagi pertumbuhan daerah dan secara nasional bagus buat bangsa Indonesia,” tandasnya.

Untuk bisa memotivasi mereka, HT berpesan kepada seluruh warga Saban dan daerah- daerah lainnya, agar bisa memotivasi diri sendiri dan mau bekerja keras, disiplin, belajar terus, dan rendah hati, agar menjadi yang terbaik. ”Pesan saya kepada warga di sini, bahwasuksesiturahasiaTuhan Yang Maha Kuasa, tapi tanpa perjuangan sulit kita berhasil. Kita harus menjadi pribadi yang berubah,” paparnya.

HT mengatakan, sudah hampir 72 tahun Indonesia merdeka, namun belum bisa sejahtera. Masalah utamanya adalah kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial terjadi secara vertikal, yaitu senjang antara yang mapan dan yang belum mapan dan horizontal ketimpangan pembangunan antardaerah. Kedua hal tersebut harus diatasi. Caranya masyarakat harus dibangun, untuk UMKM misalnya diberikan akses modal murah, dibina, dan diproteksi hingga maju. Bila mereka maju lapangan kerja akan terbuka. Di sisi lain, membuka lapangan kerja baru, lanjut HT, sangat dibutuhkan.

Sebab setiap dua tahun sekali penduduk tumbuh sebesar 5 juta penduduk. Tanpa ketersediaan lapangan kerja yang cukup, masyarakat bisa menjadi pengangguran. ”Saya mengajak semua yang punya kapasitas, bantu saudara kita yang perlu dibantu supaya maju, daerah tumbuh, bangsa kita maju,” tandasnya. HT juga mengatakan, dibutuhkan kebijakan yang bisa memberi kesempatan masyarakat untuk tumbuh lebih cepat. Selama ini, lanjutnya, banyak masyarakat ingin maju namun tidak tahu caranya. UMKM misalnya banyak meminjam modal ke rentenir karena tidak punya aksesterhadapmodalmurah.

Untuk yang baru terjun, mereka minim keterampilan dan harus bersaing dengan yang sudah mapan. Seharusnya mereka diberi akses terhadap modal murah, diberi pelatihan dan proteksi dengan batas waktu hingga mereka siap untuk bersaing dengan yang lebih besar. Bila seluruh masyarakat di daerahdaerah yang belum mapan bisa dibangun seperti itu, HT meyakini Indonesia akan lebih cepat maju. Daerah-daerah akan terbangun menjadi pilar-pilar yang memperkuat perekonomian nasional.

Saat ekonomi Indonesia kuat, negara bisa hadir untuk membantu masyarakatnya kuliah gratis, mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik tanpa khawatir tidak dilayani karena tidak punya biaya, subsidi rumah layak, bahkan pengangguran pun bisa diberi santunan. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sangat bersyukur HT mau berbagi pengalaman dalam berwirausaha kepada masyarakat Desa Saban.

”Alhamdulillah Pak Hary bisa silaturahmi ke masyarakat Saban. Beliau bisa memotivasi masyarakat. Bukan hanya membangun perekonomian, tetapi juga masyarakat yang ada di sini,” ungkap Zaki. Sebagai daerah yang berada di pojok Kabupaten Tangerang dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor, masyarakat Saban sangat membutuhkan pembangunan. ”Perlu banyak sekali sentuhan-sentuhan pembangunan dan inovasi pembangunan yang ada di sini. Mudah-mudahan, dengan kehadiran Pak Hary bisa memotivasi kita semua,” tandasnya.

Zaki mengatakan, potensi yang dimiliki Desa Saban untuk maju sebenarnya sangat besar. Desa ini memiliki jaringan kereta yang mudah diakses masyarakat dan yang utama masih tersedia lahan yang luas. ”Kawasan berpotensi, tidak hanya menjadi kota satelit baru, tetapi juga kota yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik yang bisa menghubungkan Kota Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ujarnya.

Hasan kurniawan


Berita Lainnya...