Edisi 19-06-2017
Investasi Sektor Energi Ditargetkan Tumbuh 61%


JAKARTA – Pemerintah menargetkan investasi sektor energi tahun ini sebesar USD43,6 miliar atau sekitar Rp567 triliun, naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya sebesar USD27 miliar (sekitar Rp351 triliun) atau tumbuh 61%.

Pada tahun 2016, target investasi energi yang ditetapkan pemerintah sebesar USD27 miliar, terdiriatasinvestasidisektor migas sebesar USD9,8 miliar, ketenagalistrikan USD8,1 miliar, sektor mineral dan batu bara (minerba) sebesar USD7,1 miliar, dan energi baru terbarukan sebesar USD1,6 miliar. Sementara untuk tahun ini, dari rencana investasi USD43 miliar, investasi sektor migas ditargetkan mencapai USD23 miliar, ketenagalistrikan USD13 miliar, sektor minerba USD6 miliar, dan energi baru terbarukan dan konservasi energi sebesar USD1,6 miliar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, investasi tahun ini diyakini meningkat signifikan karena didukung berbagai macam penyederhanaan izin oleh pemerintah. ”Tapi, realisasi investasi tetap tergantung perkembangan global, karena investasi bergantung dengan ekonomi global,” ujar Jonan, di Jakarta, belum lama ini. Seperti diketahui, Kementerian ESDM mengeluarkan berbagai macam kebijakan guna memangkas perizinan di sektor energi. Untuk sektor migas dikeluarkan Peraturan Menteri ESDM No 29 tahun 2017, yang memangkas perizinan dari semula sebanyak 104 perizinan menjadi hanya enam izin.

Di sektor minerba, dikeluarkan pula Permen No 34 tahun 2017 yang memangkas izin dari semula 38 menjadi hanya enam izin. Sementara untuk sektor ketenagalistrikan, dikeluarkan Permen EDM No 35 tahun 2014 dan sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi dari 31 perizinan diringkas menjadi 14 izin. Segala macam perizinan tersebut menurutnya telah dilimpahkan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). ”Yang kita lakukan sekarang ialah kecepatan proses perizinan selama dokumen langkap 7-14 hari sudah selesai,” tandasnya.

Sementara itu, data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan, realisasi investasi hulu migas pada kuartal I/2017 hanya sebesar USD1,90 miliar, turun 32% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar USD2,80 miliar. Adapun target investasi di bidang hulu migas tahun ini adalah USD13,8 miliar. Sekretaris SKK Migas Budi Agustyono beberapa waktu lalu mengatakan, target investasi tersebut telah disesuaikan dengan rencana kegiatan yang ditetapkan oleh SKK Migas bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Kendati demikian, Budi menegaskan bahwa sampai saat ini kegiatan hulu migas masih berjalan sesuai rencana atau belum ada KKKS yang mengusulkan perubahan kegiatan kerja secara informal. Karena itu, dia optimistis target investasi di hulu migas tahun ini dapat tercapai. ”Target investasi tahun ini sesuai dengan rencana kerja yang telah dibuat tahun lalu,” tandasnya. Di bagian lain, Kementerian ESDM berencana mengimplementasikan alokasi anggaran tahun 2018 sebesar 51% untuk pembangunan fisik yang langsung menyentuh masyarakat. Jonan mengatakan, pembangunan fisik langsung kepada masyarakat merupakan pertanggungjawaban atas pengelolaan anggaran yang lebih baik.

Alokasi anggaran Kementerian ESDM tahun 2018 tercatat sebesar Rp6,52 triliun. Pembangunan fisik tersebut di antaranya pembangunan jaringan gas rumah tangga, pembagian converter kit untuk nelayan, konversiminyakkegas, gasifikasi mini batu bara, pembangunan listrik di perbatasan, dan pemboran air bawah tanah.

Nanang wijayanto