Edisi 19-06-2017
Ganda Putra Perlu di Evaluasi


JAKARTA – Target gelar juara dari sektor ganda putra gagal tercapai di BCA Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP) 2017.

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) pun akan melakukan evaluasi terhadap kinerja para pemainnya yang tampil di turnamen tersebut. Pelatih Ganda Putra Herry Iman Pierngadi mengaku sedikit kecewa para pemainnya gagal mempersembahkan gelar juara. Padahal, dia sempat optimistis bakal menyumbangkan satu pasangannya menjadi yang terbaik di ajang ini. Namun, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon Fernaldi yang diharapkan justru mengalami masalah seusai Kevin mengalami cedera bahu jelang digelarnya turnamen berhadiah total USD1 juta itu.

Meski begitu, Herry mengaku tak bergantung kepada Kevin/Marcus dalam perebutan gelar juara meski pasangan itu sudah mencetak hattrickgelar di All England, India Open, dan Malaysia Open pada tahun ini. Menurutnya, pasangan lainnya seperti Muhammad Ahsan/Rian Agung Saputro, dan Angga Pratama/ Ricky Karanda Suwardi juga sebenarnya menjadi tumpuan di ajang ini. Sayang, keduanya justru tampil sangat mengecewakan. Ahsan/Rian takluk di babak pertama dari wakil Thailand Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh 19-21, 21-17, 18- 21.

Angga/Ricky yang menempati peringkat 8 dunia dipermalukan juniornya, Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto, 17-21, 21-17, 15-21 di babak kedua. Dari kedua pasangan itu, Herry mengaku sangat kecewa terhadap performa Angga/Ricky yang dinilai menurun drastis. “Saya menilai Angga/Ricky kurang berkembang dan cenderung berjalan di tempat. Jika bisa dikalahkan juniornya, artinya mereka sudah dilewati Kevin/Marcus dan Fajar/Rian. Jika tidak bisa, ya selesai (berpisah). Dari segi latihan sebenarnya mereka bagus. Tapi, itu kan hanya rutinitas. Sementara untuk motivasi dan permainan tidak tampak mereka ini mencerminkan pemain peringkat 8 dunia,” paparnya.

Meski begitu, Herry tetap akan memberikan kesempatan kepada Angga/Ricky untuk memperbaiki kemampuan sampai Kejuaraan Dunia di Emirates Arena, Glasgow, Skotlandia, 21–27 Agustus mendatang. Menurutnya, pasangan yang baru meraih satu gelar Super Series ini akan dinilai cara bermainnya, bukan dari hasil menang atau kalah. “Kalah-menang bisa ada faktor lain seperti keberuntungan, cara bermain, dan lainnya. Banyak faktorlah. Saya menganut cara bermain menyerang.

Mereka sekarang lebih ke bertahan. Bukan tidak boleh, tapi menyerang lebih bagus dalam pertandingan apa pun,” papar Herry. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susi Susanti mengatakan hasil di BIOSSP 2017 sudah merupakan pencapaian terbaik para pemainnya. Meski target ganda putra merebut gelar juara tidak tercapai, Susi senang dengan beberapa pemain pelapis yang tampil sangat baik di ajang ini, khususnya Fajar/Rian dan ganda putri Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani yang menembus semifinal.

“Ya, kedua pasangan ini membuktikan sudah layak menjadi pelapis di kelasnya masing-masing. Tapi, kami juga harus mengevaluasi permainannya untuk ke depan bersama pelatihnya. Apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Jadi, kami tetap berharap bisa terus melahirkan regenerasi-regenerasi pemain muda lainnya,” ungkap Susi.

Raikhul amar