Edisi 19-06-2017
Setelah Pensiun Ingin Jadi Dosen


Pebulu tangkis Korea Selatan (Korsel) Ko Sung-hyun ternyata tengah menjalani pendidikan S- 2 di Universitas Andong, Korea Selatan.

Mantan pasangan ganda putra Lee Young-dae ini tampaknya ingin menjadi seorang dosen setelah nanti berhenti berkarier sebagai pemain. Sung-hyun yang sebenarnya mendapatkan undangan tampil di BCA Indonesia Open Super Series 2017 harus kecewa karena tak mendapatkan izin bermain oleh federasi bulu tangkis Korsel. Padahal, dia sangat ingin bermain di turnamen yang pernah dijuarainya pada 2015 saat berpasangan dengan Shin Baek-cheol.

“Saya sudah bukan pemain pelatnas. Saya bermain sebagai profesional sehingga belum boleh bermain di luar negeri. Karena, peraturannya kalau ingin bermain di luar sudah berusia 31 tahun. Saya harus menunggu satu tahun lagi baru bisa bermain di luar,” sebutnya. Setelah pensiun dari pelatnas Korsel, dia belum mendapatkan pasangan untuk bermain ke depan. Namun, Sung-hyun sudah membidik mantan rekannya, Baekchoel, untuk menjadi partner selanjutnya.

Sementara di nomor ganda campuran, dia belum kepikiran untuk bermain. Dengan masalah perizinan dari Federasi Bulu Tangkis Korsel, Sunghyun pun ingin fokus menyelesaikan pendidikan S-2 jurusan Psikologi Olahraga yang sudah berada di semester terakhir. Padahal, dia tak pernah berniat ingin menjadi dosen. Namun, pekerjaan itu justru menjadi yang paling dekat setelah menggantung raket. “Saya tengah menjalani kuliah S-2 semester terakhir di University Andong. Saya sebenarnya ingin terus bermain. Setelah itu mungkin menjadi pengajar atau dosen. Citacita saya dari kecil ingin menjadi pemain bulu tangkis. Dosen adalah cita-cita baru saya,” ungkap Sunghyun.

Yang jelas, kehadiran Sung-hyun di Jakarta Convention Center, Jakarta, kemarin, mengindikasikan dirinya belum akan pensiun dari bulu tangkis. Meski sudah tak terlihat di berbagai Kejuaraan Grand Prix Gold dan Super Series, pebulu tangkis berusia 30 tahun ini bermain sebagai profesional di negaranya. Dia pun berharap ke depan bisa mendapatkan izin dari federasi bulu tangkis negaranya untuk main di ajang besar.

“Saya ingin sekali bermain di sini, tapi tidak ada approvedari Federasi Bulu Tangkis Korsel. Namun, saya tetap masih bermain dan yakin ke depan akan kembali bermain di Super Series, termasuk Indonesia Open pada tahun depan,” pungkasnya.

Raikhul Amar
Jakarta