Edisi 19-06-2017
Enggan Pelatih Asing


PALEMBANG– Sriwijaya FC bergerak cepat mencari sosok pelatih yang akan menukangi Laskar Wong Kito mengarungi sisa musim Kompetisi Liga 1 2017.

Manajemen tim asal Kota Palembang itu mengisyaratkan menggunakan tenaga juru taktik lokal sebagai suksesor Oswaldo Lessa. Manajemen Sriwijaya FC resmi memutus kontrak kerja sama dengan pelatih asal Brasil tersebut menyusul kekalahan 1-0 dari Persija Jakarta pada pekan ke-11 Kompetisi Liga 1. Pemecatan ini juga tidak lepas dari hasil buruk Laskar Wong Kitoyang hanya mampu meraih empat kemenangan dari 11 pertandingan. Kepastian pemecatan pelatih asal Brasil itu disampaikan Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex Noerdin.

Sebagai pengganti, untuk sementara SFC ditangani caretakerHartono Ruslan didampingi Hendro Kartiko dan Heri Susilo. “Seusai kekalahan dari Persija, manajemen langsung melakukan rapat untuk penyelamatan tim. Manajemen SFC akhirnya memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan Oswaldo Lessa,” kata Dodi Reza Alex Noerdin, melalui akun Instagrampribadinya, @dodirezaalexnoerdin. Pemecatan pelatih bernama lengkap Oswaldo Lessa Filho sebetulnya bukan hal yang mengejutkan. Manajemen SFC sebelumnya sudah memberi ultimatum kepada Lessa jelang laga kontra Mitra Kukar agar bisa mengangkat performa tim yang saat ini hanya mampu bertengger di peringkat 12 klasemen sementara.

Sekretaris Tim SFC Achmad Haris menyatakan saat ini manajemen membuka kans bagi pelatih baru. Dia menyebut sejumlah kriteria seperti berpengalaman di kompetisi tertinggi dan mampu membawa Sriwijaya FC mengatasi ketertinggalan poin di Liga 1. Saat ini, Sriwijaya FC bertengger di peringkat 12 dengan koleksi 14 poin atau tertinggal tujuh poin dari Madura United di puncak klasemen sementara. Dari 11 pertandingan yang sudah dilakoni, Laskar Wong Kitohanya 4 kali mengukir kemenangan, sisanya 2 kali seri dan 5 kali menelan kekalahan.

“Sriwijaya FC butuh pelatih yang bisa langsung nyeteldan mengetahui karakter tim. Ini memang sulit. Tapi, kami ingin pelatih baru bisa mengatasi ketertinggalan di kompetisi,” jelasnya. Dia tidak menampik jika sejumlah figur sudah mengajukan tawaran untuk menukangi Laskar Wong Kito selepas pemecatan Lessa. Namun, dia memberikan sinyal jika manajemen akan lebih memprioritaskan pelatih lokal ketimbang pelatih asing.

“Pengalaman selama ini, pelatih asing kerap kurang cocok dengan Sriwijaya FC. Tapi, bukan berarti kita anti dengan pelatih dari negara lain. Lokal dan asing sama-sama memiliki peluang,” katanya. Berkaca pada pelatih sebelumnya, Sriwijaya FC tercatat hanya pernah ditukangi tiga arsitek asing, yakni Erick William pada musim 2005, Ivan Kolev (2010–2011), dan Lessa (2017). Namun, tidak ada satu pun yang mampu membawa tim ber-homebase di Gelora Sriwijaya itu menjadi juara Liga Indonesia. “Untuk sementara tim akan ditangani Hartono Ruslan. Kami berani memercayakan kursi pelatih kepadanya karena yakin beliau mampu,” tuturnya.

Sementara itu, setelah pemecatan dirinya, Lessa akhirnya angkat bicara. Dia mengaku pemutusan kerja sama dengan tim di tengah musim kompetisi adalah hal biasa dalam sepak bola. Lessa enggan mempermasalahkan keputusan manajemen Sriwijaya FC. “Ini konsekuensi dari pekerjaan dan sudah dibicarakan sejak awal. Kehidupan sepak bola memang keras,” ujar Lessa, yang mengaku masih menunggu tawaran klub lain di Indonesia.

Abriandi