Edisi 19-06-2017
Permainan PSIS Makin Konsisten


SEMARANG– Rangkaian laga uji coba selama libur Kompetisi Liga 2 di bulan Ramadan terbukti meningkatkan konsistensi permainan PSIS Semarang.

Tiga kali menggelar latih tanding kontra tim selevel, Laskar Mahesa Jenarbelum sekali pun menelan kekalahan. Terakhir pada pertandingan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Sabtu (17/6), Johan Yoga Utama dkk sukses menundukkan tamunya dengan skor 2- 0. Sebelumnya, laga persahabatan perdana kontra Persijap Jepara hanya mampu unggul tipis 1-0 dan bermain imbang 1-1 saat bertandang ke Stadion Maguwoharjo meladeni perlawanan PSS Sleman.

Pelatih PSIS Subangkit mengaku puas dengan performa anak asuhnya pada pertandingan menghadapi Laskar Mataram, julukan PSIM Yogyakarta. Kendati hanya berlabel uji coba, laga berlangsung cukup keras dan terjadi banyak benturan. Akibatnya, dua pemain PSIS Rio Saputra dan Dani Raharjanto harus menepi karena cedera. “Jika pertandingan banyak benturan seperti ini, seharusnya pemain bisa saling menghormati. Pertandingan ini berjalan bagus, baik permainan dari PSIS maupun PSIM,” tutur Subangkit, ditemui seusai laga.

Menurut Subangkit, dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya timnya mengalami progres yang signifikan. Dia berharap performa tersebut bisa dipertahankan saat menghadapi dua pertandingan sisa putaran pertama Liga 2. Terlebih menghadapi Persis sebagai lawan perdana seusai libur Lebaran mendatang. “Juni Riyadi juga ada perkembangan dan sudah bisa memahami taktik dari saya. Tadi bisa dilihat sendiri, dia bermain di beberapa posisi dalam satu pertandingan tanpa tergantikan,” ucapnya.

Pada uji coba menghadapi tim asuhan Erwan Hendrawan tersebut, pada babak pertama PSIS lebih menempatkan beberapa pemain pelapis seperti Saddam Sudarma Hendra, Yogi Ardianto, Tegar Infanteri, dan Dani Raharjanto. PSIM juga sebenarnya memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Hanya, penjaga gawang tuan rumah Ajia Bayu malam itu tampil cemerlang dan beberapa kali melakukan blok serta menangkap tendangan keras dari pemain depan tim tamu. Skor tidak berubah hingga Suyanto, wasit dari Semarang, meniup peluit panjang dan kemenangan tetap untuk tuan rumah dengan skor 2-0.

Gol disumbangkan Ruud Gullid di menit ke- 75 dan gol bunuh dari Andi Kurniawan (16), setelah tidak mampu mengantisipasi tendangan salto dari Erik Dwi. Di kubu PSIM, Laskar Mataram langsung bergerak cepat melakukan pembenahan seusai takluk dari PSIS. Pelatih Erwan menyebut salah satu sektor yang harus dibenahi adalah koordinasi barisan pemain bertahan dengan penjaga gawang. Selain itu, antisipasi pemain terhadap umpan silang yang selama ini masih menjadi kelemahan tim juga menjadi prioritas tim pelatih.

“Fokus saya perbaiki lini belakang dan penjaga gawang sebelum libur Lebaran. Mereka harus bisa berkoordinasi saat bertahan maupun menyerang,” ujarnya, kemarin. Selama ini pihaknya telah membenahi hal tersebut, namun progresnya belum sesuai harapan. “Dua gol PSIS tercipta dari bola crossingdan memang kami sangat lemah mengantisipasi hal itu. Pemain dalam laga ini sulit sekali keluar dari tekanan di menit awal. Bagaimanapun, saya salut dengan pemain. Ini pembelajaran berharga,” tandasnya.

Arif purniawan/ siti estuningsih