Edisi 19-06-2017
Ramadan,Musimnya Lagu Religi


Mengeluarkan single atau minialbum religi menjadi hal yang tidak asing bagi musisi atau band di Indonesia saat bulan puasa.

Tahun ini, mulai band ternama, penyanyi dangdut yang bertransformasi, hingga musisi nonmuslim pun turut meramaikannya. Ceruk pasar lagu religi memang terbilang besar di Tanah Air. Sejumlah band dan penyanyi solo pun turut meramaikan Ramadan, meski hanya dalam bentuk single . D’MASIV, misalnya, merilis single Taman Surga-Mu yang terinspirasi dari perjalanan umrah para personel bersama penggemar mereka pada Maret lalu. Lirik Taman Surga-Mu ditulis sang vokalis, Rian Ekky Pradipta, saat berada di Masjid Nabawi, Madinah. Isinya berupa doa-doa terbaik untuk memohon ampun dan memohon kehidupan yang lebih baik.

“Saat terciptanya lagu ini, momennya pas banget aku bikin liriknya di Raudah, di Kakbah Mekkah. Jadi, saat itu juga langsung jadi dan pas sampai Jakarta, direkam. Ya, alhamdulillah pas kami tahu label musiknya suka, akhirnya jadi lagu,” kata Rian seusai tampil dalam konser Salam Ramadhan MNC TV di Lotte Shoping Avenue, Casablanca, Kuningan, Sabtu (17/6) malam. Bagi D’MASIV, lagu tersebut bukan sekadar lagu religi, melainkan pengalaman perjalanan spiritual band asal Ciledug ini selama menjalankan ibadah umrah.

Lagu ini dilengkapi bagian spesial, seperti Rama yang melakukan azan dilengkapi suara beduk dan doa sapu jagat yang dibacakan seluruh personel band ini. “Lagu ini benar-benar murni menceritakan pengalaman spiritualnya D’MASIV di sana, di mana aku merasa orang yang kecil sekali, cuma ngerasa debu. Jadi di dunia tuh nggak ada apa-apanya tanpa Tuhan Yang Mahakuasa,” tutur Rian. Dia mengungkapkan, lagu ini tidak hanya bisa diperdengarkan saat bulan Ramadan karena memiliki makna lain yang menggambarkan kehidupan dan hubungan manusia dengan Tuhannya yang istimewa. “Buat kami ini lagu bukan cuma lagu religi biasa.

Mungkin orang banyak ketika bikin lagu religi cuma karena bulan Ramadan. Tapi buat D’MASIV tidak seperti itu. Kami selalu ada momen, seperti lagu Jangan Menyerah , Esok Akan Bahagia , itu lagu yang kami buat temanya ketuhanan atau sosial,” tuturnya. Tidak hanya band yang para personelnya muslim seperti D’MASIV, musisi nonmuslim Glenn Fredly pun ikut merilis single religi. Bekerja sama dengan Tompi dan Bertha McCarthy, ketiganya membuat lagu Agamamu Agamaku bertepatan dengan bulan Ramadan dan dirilis pada Sabtu (10/6) di Kota Ambon. Lagu bernuansa pop ini berdurasi cukup panjang, sekitar 7 menit.

Liriknya berisi ajakan untuk menghormati perbedaan dan mensyukuri nikmat Sang Pencipta. Meski hanya dalam bentuk single , kehadiran lagu ini memberi nuansa segar pada ranah lagu religi karena liriknya mengenai toleransi beragama. Selain merilis lagu, Glenn dan Tompi pun rencananya turut membuka Pusat Kajian Peradaban Musik Islam di Institut Agama Islam Negeri di Ambon. Dipilihnya Kota Ambon karena, menurut Glenn, kota itu memiliki julukan Kota Musik. Selain Agamaku Agamamu , akan dirilis juga lagu berjudul Doa yang pernah dibawakan Bimbo. Glenn menambahkan, perilisan lagu itu menjadi langkah awal dari proyek Hidayah Cerita Orang Basudara. Nantinya proyek itu akan berujung pada perilisan film dokumenter.

“Rencananya untuk film dokumenter kira-kira dua bulan ke depan. Semoga dengan single dan film ini bisa semakin membuat toleransi antaragama menjadi intim,” ungkapnya. Tidak hanya penyanyi yang lama berkecimpung di industri musik religi yang tampil ke permukaan. Musisi Henri Lamiri pun turut memoles musisi yang masih minim pengalaman untuk memeriahkan pasar musik religi. Pemain biola ini mendidik penyanyi dangdut Yessy Bintang. Karier Yessy sebagai penyanyi dangdut yang kerap tampil seksi pun mulai ditinggalkan penyanyi kelahiran 12 Desember 1989 ini dan beralih sebagai penyanyi religi.

“Ini sebagai bentuk hijrah dan refleksi atas kehidupan yang selama ini kurang baik,” ujar Yessy di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. Yessy pun tidak khawatir perubahan penampilan yang dilakukannya menutup pundi-pundi keuangan di panggung musik yang sempat berlimpah. Sebaliknya, dia makin percaya diri dengan keputusannya tampil cantik dengan hijab yang bakal membuka rezeki baru. Ada lima lagu dituangkan Yessy di album terbarunya itu, yaitu Sempurna di matamu, Ku Tak Akan Wangi Lagi, Pilihan Terakhir, Rinduku, danKu Bersyukur .

“Konsep album ini bukan hanya religi tapi juga pop,” katanya. Bagi vokalis band Gigi Armand Maulana, pasar lagu bernapaskan religi saat bulan Ramadan terbilang baik. Hal ini tidak lain karena Ramadan yang berlangsung selama satu bulan penuh ibarat pasar yang menggiurkan, termasuk bagi musisi yang muda dan masih hijau di ranah musik religi. “Waktu yang cukup panjang itu menjadi kesempatan bagi siapa pun untuk membuat kegiatan (juga produk) yang berhubungan dengan Ramadan,” kata Armand yang juga merilis album religi bersama Gigi bertajuk Setia Bersama Menyayangi.

Sementara itu, menurut pengamat musik Bens Leo, lagu tema religi di Indonesia akan terus mendapat sambutan positif dari publik. Yang harus diperhatikan adalah materi dari lagu-lagu yang dihadirkan penyanyi itu sendiri. “Jangan hanya bikin single . Kalau cuma bikin satu-dua lagu, mereka itu nggak bakal bisa manggung, paling tidak minialbum, 4-6 lagu,” ujarnya.

Dengan strategi tersebut, menurut Bens, biaya produksi menjadi tidak terlalu tinggi. Terlebih, artis yang bersangkutan akan lebih mudah melakukan tur-tur pada bulan Ramadan, termasuk digaet perusahaan besar untuk melakukan tur pada bulan Ramadan.

Thomasmanggalla