Edisi 19-06-2017
Panglima TNI Minta Kerukunan Umat Beragama Dijaga


MEDAN – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta seluruh masyarakat untuk saling menjaga kerukunan umat beragama. Panglima mewanti-wanti jangan sampai terjadi perpecahan yang menimbulkan perang saudara seperti di beberapa negara Timur Tengah.

“Jangan mudah terprovokasi. Kita ini adalah negara kesatuan, harus saling bersatu menjaga keutuhan negara ini. Jangan sampai kita larut dalam keributan yang akhirnya terjadi perang,” ujar Gatot saat Safari Ramadan dan buka puasa bersama masyarakat Sumut, di Lapangan Benteng, Medan, Sabtu (17/6) malam. Menurut Gatot, bulan Ramadan yang penuh berkah dan rahmat harus dijadikan sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena itu ia sengaja melakukan Safari Ramadan ke berbagai wilayah di Indonesia agar hubungan TNI dengan rakyat semakin dekat. Dalam setiap kunjungannya Gatot mengajak semua lapisan masyarakat agar terus menjaga keutuhan NKRI. Panglima kembali mengungkapkan bahwa berdirinya negara ini tak lepas dari peran besar para ulama. Para ulama bersatu padu dahulu untuk merdeka bersama para pejuang bangsa. Demikian pula lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Karena itu, kata Panglima, siapa pun yang mencoba melawan atau merusak Pancasila maka akan menjadi musuh negara. Pancasila sudah jelas sebagai ideologi bangsa yang tidak dapat diganggu gugat. “Sejarah telah mencatat bahwa peran ulama, peran umat muslim, dalam meraih kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Tanpa ulama, kemungkinan negara ini tak akan berdiri, sehingga lahirlah Pancasila.

Tak bisa dipungkiri pula bahwa Pancasila diambil dari ayat-ayat Alquran,” kata Gatot yang disambut tepuk tangan ribuan orang. Panglima juga mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat waspada terhadap oknum- oknum yang ingin merusak negara ini. Apalagi belakangan ini diketahui ada persoalan yang menyita perhatian seluruh rakyat. Namun, persoalan tersebut pun bisa diatasi dengan baik.

Terkait Safari Ramadan, Gatot mengungkapkan kehadirannya dalam acara itu karena rindu prajuritnya dan masyarakat Sumut. Ia memuji sikap seluruh masyarakat Sumut yang pada pelaksanaan pilkada serentak beberapa waktu lalu berlangsung tenang dan tenteram. “Hal ini menunjukkan masyarakat Sumut adalah masyarakat intelektual, memahami cara berdemokrasi yang sebenarnya,” kata Gatot.

Dalam Safari Ramadan ini Gatot turut membawa Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi serta para asisten, mulai dari Asisten Perencanaan, Asisten Logistik, Asisten Komunikasi, Kepala Badan Intelijen Strategis (B), Kapuspen TNI. Turut hadir Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Soemantri, Kasdam I/BB Brigjen TNI Tiopan Aritonang, Komandan Lantamal I Belawan, Pangkosek Hanudnas III, para Danrem dan Dandim jajaran Kodam I/BB.

Dari unsur Forkominda hadir Gubernur Sumut T Erry Nuradi, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, dan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Sementara Tengku Erry Nuradi mengatakan, masyarakat Sumut terdiri atas berbagai golongan. Meski begitu, daerah ini selalu rukun dan saling menghargai perbedaan keyakinan, suku dan ras. Kondisi inilah yang menjadikan Sumut selalu kondusif.

panggabean hasibuan





Berita Lainnya...