Edisi 19-06-2017
Belasan Bangunan Tergerus Abrasi


BANTUL– Abrasi yang terjadi di Pantai Depok, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, kian mengkhawatirkan. Abrasi tersebut mengancam bagi pelaku usaha warung makan seafood di pantai tersebut.

Pantai Depok yang terkenal de - ngan kuliner seafood merupa - kan salah satu pantai di pesisir selatan Kabupaten Bantul, yang rawan terjadi abrasi saat gelombang tinggi. Ada belasan bangunan yang rusak terkena dampak abrasi beberapa bulan lalu ma - sih terlihat bekasnya karena di - biarkan pemiliknya. Begitu pula gelombang tinggi yang terjadi sejak awal Juni lalu sudah ada beberapa bangunan yang kembali terdampak.

Pemilik warung makan seafood Salsabila Pantai Depok Dar di Nugroho menyampaikan sejak adanya peringatan dini ge - lombang tinggi awal Juni lalu, dia menilai gelombang paling be sar pada Kamis sampai Jum - at (15-16/6). Setidaknya ada dua bangunan warung makan dan parkiran kendaraan rusak. “Tapi, ini tadi gelombang sudah turun. Mudah-mudahan sudah normal,” katanya, kemarin.

Meski gelombang terlihat normal, pria yang biasa disapa Dar gon itu mengaku pemilik bangunan yang berada di tepi pantai tetap waspada dan memantau perkembangan informasi gelombang. Disebutkan dari tiga bangunan yang rusak itu, di antaranya bagian teras rumah makan dan parkiran miliknya. “Kalau gelombang tinggi lagi, bangunan sebelah timur juga terancam, karena posisi pa lung - nya sekarang geser ke timur,” ungkapnya.

Dengan adanya kerusakan bangunan akibat fondasi yang ter gerus itu, aktivitas jualan ma sih seperti biasa. Pemilik ba - ngunan melakukan pencegah - an supaya kerusakan tidak se - ma kin luas dengan cara me ma - sang bambu dan batu-batu di de kat fondasi bangunan. Hal itu un tuk mencegah gelombang ti - dak menggerus fondasi ba - ngunan warung.

Pelaksana Harian Kepala Ba - dan Penanggulangan Bencana Dae rah (BPBD) Kabupaten Ban tul Dwi Daryanto menutur - kan, gelombang yang mengakibatkan abrasi itu menjadikan tata ruang di wilayah pantai ber - ubah.

Bangunan yang ada menjadi semakin dekat dengan pantai dan tentunya mengganggu ke - nya manan pengunjung. “Un - tuk sementara ini kami minta agar dipasangi pembatas untuk kenyamanan pengunjung, apalagi gelombang tinggi itu tidak diketahui kapan datangnya,” tuturnya.

muji barnugroho

Berita Lainnya...